Kamis, 29 Desember 2011

" Nda dimana ? "


Masih tersisa sapa
Di sela gerimis yang menyisakan pelangi
Bau wangi mahoni tercium aroma hujan
Kau cerita sebentuk perih
Luka yang dalam
tapi perbincangan lewat seluler itu
Tak kulihat galaumu
Gelakmu lepas
Tawamu keras
Ditingkahi suara deras hujan........
 " Nda " aku suka riangmu,,,,,

Masih tersisa kerinduan
Saat kau tawarkan teh melati waktu pagi
Kau tangkur dalam cawan
Berenda rasa tulus persaudaraan
Dalam teguk hangat di relung sukma
Telepon dari dara yang menggugahmu
kala lantunan " Bilal " dini hari
mengiringi rentetan cerita celotehmu
" Nda" ingatkah kau moment itu ???

Ah..........
Kini cerita itu berlalu
Dipucuk gelisah yang menghablurkan tanya
Kau menghilang
Ditelan bumi
Ada apa denganmu
menyepikah untuk suatu inspirasi
"Nda" dimana dirimu??

Andai kau bisa melihat
Dikebeningan warna yang tertangkap matamu
Aku hijau... 
Auraku Hijau
Dan menghijau
" Nda " kapan kau kembali ?
---------------------------------------------------------------------------

Sidoarjo 28/12/2011

Senin, 19 Desember 2011

Aku Ingin Pulang


Laki laki langit berjalan ditepian kembara
Mencari ujung dunia yang lama telah hilang
Berjalan tertatih pada sebuah dermaga
Diujung mimpi yang tak mengenal tepi
Kenangan kapal karam yang mengentasnya pada kelimbungan
Lalu langkah tetap terayun pada tubuhnya yang penuh luka
Bergentayangan di pengembaraan yang belum menemukan batas akhir

Laki laki langit berjalan melintasi dimensi waktu
Pada warna keemasan silam yang berubah menjadi tembikar
Pada kebahagiann yang terganti duka nestapa
Pada cinta berubah jadi kesumat
Sampai tak menyisakan secuil asa
Terpuruk  jengkal langkah berelegi kelam
Pada ruh semangat yang berhenti menafasi

Laki laki langit tanpa kapal dan nakhoda
Terus berjalan serangkaian serenade sunyi  menemaninya
Hingga didepan mata ia melihat seberkas cahaya
Menuntun langkahnya pada Sang Mahabba
Bahwa hidup adalah pengembaraan abadi
Masuk pada Maqam yang telah ditorehkan di bentangan takdir
Pencerahan serupa ekor meteor

Laki-laki langit  menemukan jalan qolbu
Seribu semangat kuda pacuan masuki arela dinding semangatnya
Untuk bangkit dari kematian yang ia dongengkan sendiri
Bahwa hidup harus dilanjutkan

Elang itu kini kembali mencari jalan pulangnya
Mengentas mimpi untuk diwujudkan
menemukan bahtera baru untuk kembali pulang
Hudup harus ditaklukan !!

( Sidoarjo, 19/12/2011 )

for NM  sang elang menyongsong masa depan

Nyanyian Peradaban

Serupa siluet
kita ada dibayangan malam
Mengekor pada dimensi waktu
" Pada peradaban yang bolong "
Yang penuh garong
Disumpal  gelambir kelamin kekuasaan
Dari azas Pencabulan yang mengkaparkan
Bertahun-tahun keringat tersiakan
Sedang ode kemiskinan masih di lantunkan

Pemberontakan bisu
Erangan dibawah bayang-bayang singgahsana
Serupa lagu kematian dari sebuah negeri siluman
Burung hantu buta matanya
Dewi Themis amnesia
Kebenaran ada pada rona abu-abu

Duh Gusti......
Ruah air mata tumpah
Mengaliri merah tanah
Satu pertanyaan meruak atas satu jawaban
Peradaban yang berdiri diatas darah pejuang
Inikah arti  kemerdekaan ??

( Sidoarjo, 10/12/2011 )

Episode Sandek ( sajak pendek )

SUARA                                                         

Telah habis kata
Rindu yang terperam                       
Diantara unggun jerami
Abunya......................
Berserak dibawa angiin

( Sidoarjo,  Juli 2011)


LABIRIN

Kucari dalam keterbatasan semu
menyusuri tepian kelana
Mencari sebentuk sisa hati
Yang masih tinggal untuk dibiakan
Di peladangan gersang
.............................................

( Sidoarjo,June 2011 )


CUMAN

Apa yang kau kejar,..........
Kereta lewat sedari tadi
Jangan paksa mimpi
Engkau gergaji langitmu sendiri !
..........................................
( Sidoarjo, April 2011 )


BERSIT

Menatap gelisahmu adalah
Membaca cuaca yang tak jelas
Dikerumunan hujan,
Romansa jelaga
... Berlari meggapai arah bianglala
Di jingga langit
Semburat apinya
Sembunyikan wajah
Diantara warna langit yang pias


****** A ******
I
Biarlah ilalang menjemput mimpinya menjadi bambu
Tak sekedar rimbun tak berasa
Tapi kayu yang kokoh
buat pilar gubuk kita

II
 Biarlah ilalang menjemput mimpinya menjadi bambu
Tidak sekedar penahan air sesaat kala hujan
Menjadi jalan air sampai rinciknya
Menjadi penghantar kehidupan buat kita

( Sidoarjo 18/8/2011 )

Rabu, 07 Desember 2011

DOA

Seribu mata air mengaliri
Ribuan kilo waktu terlampaui
Hilir menuju muara berseteru himpitan rindu
Pada batu hitam
Di tepi empat  penjuru

Hening menggulung sukma
Nafasku bersetubuh dengan NafasMu
Lalu berpagut jemariku 
Dalam bisik harap
Yang hampa oleh jiwa gelisah
lalu kudekap asa dalam lautan cintaMu
Dan berulang ulang aku sebut namaMu

...................

( Sidoarjo, 3/12/2011)

Puisi Gadis Kecil dan Kereta Permen


Gadis kecil  dengan sorot mata bintang
Di telan tubuh ringkihnya
Sepucat nangka muda
Menunggu bidadari perinya
Mengajaknya pergi
Menaiki tangga istana
Bertahta permen warna warni
Membawa coklat kesukaannya
" Tapi bukan sembarang coklat "
Begitu kata bundanya
Sebab lidahnya terlalu kekal
6 tahun dicerca ARTV
Sampai tak pernah menikmati apa rasa manis itu

' Manis itu seperti petasan yang lumer dilidah
 Membuat senyum tak hilang dari wajahmu "
Begitu kata teman bayangannya
Cuma teman imajinasinya !

Ya....tak pernah ia pahami
Ia tak punya teman sejatinya
Semua yang ia dekati menjauh
Apakah ini kutukan sejak ia dilahirkan
Karmapala simalakama orang tuanya

Selalu sendiri
Beralas lara
Gigil kesepian
Memberangus dunia kecilnya

Sorot gadis kecil kian memudar
Gelisah menunggu kereta permen
Bidadari peri menjemput
Kereta yang penuh teman-teman kecilnya
Celoteh riang dan lambaian ramah
Kesakitan menghilang

Batas waktu tersisa di ujung wadag
Menyentuh dinding sukma
Menyisakan air mata sang langit

Langkah kecilnya bergegas menuju kereta
Dia paham benar
Akan abadi pada waktunya
Seperti kata kedua orang tuanya
Yang sebentar lagi menyusulnya

Matahari menata diufuk
Lengkingan tangis pecah suara bundanya
Disebuah Rumah sakit
Bangsal kelas tiga
Mata kecil itu telah padam sorotnya
Tak paham akan dosa siapa ?
Karma siapa ?

.........................................
( Sidoarjo, 1 Desember 2011 )

Sabtu, 12 November 2011

BUAT KAWAN YANG SENYAWA ( Kudedikasikan buat kawan FB yang pertama kali membawaku pada cakrawala Puisi : Mohammad Ismail )

Sepertinya aku mengenalmu...
Pertama kali kamu ketuk pintu rumahku
Ada sapa ramah buat aku
Lalu kamu kenalkan aku pada cakrawala baru
Dunia yang selama ini aku pernah aku tapaki
Hampir aku hilang dan tak mengingatnya lagi
Seperti adrenalin yang terpacu kencang
Membuncah hasrat mencari makna
Bertualang mengasah rasa
Menari jemari mencari ilham
Menulis apa yang tersirat
Mencari makna dalam tutur bahasa
Yang aku mau dan tak peduli pada pakem-pakem hakiki.

Aku seperti mengenalmu.....
Membawaku pada duniaku yang hilang selama ini
Membuka jendela menemukan warna baru
Mengenal pujangga yang mumpuni pada nilai indah.....
Aku tergerak dan membuat nyaliku terbangun
Untuk menulis .menulis, menulis....dan kutulis

Walaupun jauh dari nilai indah Aku teleh temukan dunia baruku.

PRINSIP PERSAMAAN GENDER DALAM ISLAM

Islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia. Islam tidak memandang perempuan semata-mata sebagai mawar yang harumnya memberikan kenikmatan saja. Melainkan makhluk yang berakal, berpikir dan punya pendapat.Islam telah menempatkan prinsip-prinsip persamaan gender. Memang kaum laki-laki adalah pemimpin keluarga, karena laki-laki dituntut untuk melindungi dan menafkahi perempuan. Sementara kaum perempuan disuruh mentaati dengan cara yang benar. Tetapi kedudukan perempuan dan laki-laki dipandang sama seperti dalam firman Allah SWT
" Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikanmu berbangsa-bangsa serta bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesengguhnya yang mulia disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahu dan Maha mengenal. ( Qs Al Hujarat 49:13 )

Perempuan bukanlah makhluk yang lemah. Merujuk dari kisah-kisah perempuan perkasa. Keagungann dan kemampuannya mengemban urusan-urusan besar. Ibunda para utusan Allah yang ditempatkan di bumi untuk memperbaiki Akhlak manusia.
1. Kisa tentang Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail. Ketika beliau dan bayi Ismail ditinggalkan suaminya Nabi Ibrahim di sebatang pohon besar ditengah gurun antara bukit Shafa dan Marwah. Dengan hanya membawa perbekalan sedikit. Ketika nabi Ibrahim dalam perjalanan menuju Syam. Ia berdoa dan memohon kepada Allah
" Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menempatkankeluargaku disebuah lembah yang tidak ditumbuhi tanam-tanaman. Di rumahMu Baitullah yang dihormati. Ya Tuhan agar mereka mendirikan sholat dan jadikanlah hati-hati manusia cenderung kepada mereka. Dan berikanlah mereka rejeki dari buah-buahan . Mudah-mudahan mereka bersyukur (QS Ibrahim 14:37)

Ketika perbekalan habis mulailah bayi Ismail menangis karena kelaparan dan kehausan. Dipandang perbukitan Shafa oleh Siti Hajar mengharap ada oase disana. Berlarilah Siti Hajar menaiki bukit Shafa, sesampai disana ia tidak menemukan sumber air. lalu dipandanglah Bukit Marwah. Berlari ia mencari mata air. Tujuh kali sampailah ia kelelahan. Istirahat dan berhenti. Ismail menangis dan meronta-ronta kakinya dihentakkan di tanah. Subhanallah. atas kebesaran Allah memancarlah sumber mata air zam-zam dari hentakan kaki anaknya itu. Segerahlah ia minum dan setelah itu baru menyusui anaknya. Dari cerita di atas betapa perempuan sanggup menanggung penderitaan dari perkara yang besar.

2. Kisah ibunda Nabi Musa, Di Mesir pada Zaman penguasa Zalim Firaun mengeluarkan perintah untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Allah membisikkan kepada Ibu Nabi Musa untuk menghanyutkan anaknya di sungai nil dalam suatu peti. Allah SWT berfirman
" Dan kamu ilhamkan kepada ibu Musa, susuilah dia. Dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkan ia kesungai Nil. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah lamu bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikan kepadamu dan menjadikan salah seorang dari para rosul ( QS Al Qoshash 28:7 ) "
Bayi Musa dihanyutkan disungai nil dan menepilah ia ditempat tinggal Firaun. Para budak menemukan dan memberikannya kepada Ratu atau isteri Firaun. Ketika melihat bayi Musa, Allah menjadikannya mencintai bayi itu. Ratu memohon kepada Firaun untuk memelihara dan mengangkat bayi itu sebagai anaknya. Sampai pada waktu menyusui, ia memanggil pada para perempuan yang baru melahirkan untuk menyusui. Tapi tidak ada yang berhasil menyusuinya. Akhirnya tiba giliran pada ibu Musa. Akhirnya bayi itu mau menyusu sampai kenyang. Akhirnya selama masa menyusui Musa tinggal bersama ibunya kandungnya. Wanita mana yang mau melakukan pengorbanan dengan menghanyutkan ke sungai. Ini suatu bukti bahwa perempuan sanggup memikul penderitaan untuk perkara yang besar

3. Kisah Maryam, putra Imran yang rajin beribadah dan beriktikaf. Ketika tengah beribadah ia dikejutkan dengan seseorang yang datang kepadanya. Ia membawa firman Allah
" Dan beritakanlah kisah Maryam dalam Alquran ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat disebelah timur maka kami mengadakan tabir yang melindunginya dari merekalalu kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dalam bentuk manusia yang sempurna. Maryam berkata sesungguhnya aku berlindung kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah. Ia ( Jibril ) berkata, sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. Maryampun berkata, bagaimana akan ada anak laki-laki sedang tiada satu orang manusiapun yang menyentuhku. Dan aku bukan seorang Pezina, Jibir berkata, Demikian Tuhanmu berfirman Jal itu mudah bagi-Ku, dan agar kami dapat nebjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami dan itu adalah suatu perkara yang mudah diputuskan " QS Maryam19 : 16-21 )
Segera Maryam menjauhkan diri dari manusia, ketika saat melahirkan tiba dibawa pohon kurma. Ia takut kelaparan dan kehausan. Tapi Allah telah menyediakan kurma dan sungai jernih untuk minum. Dan ketika Maryam takut menghadapi kaumnya, Malaikat menyuruhnya diam dan membiarkan bayi Isa al masih yang berbicara. Didalam perkataan anaknya ada mukjijat. Cukuplah bukti keberhasilan perempuan dalam mengemban perkara-perkara yang besar.

Didalam Islam telah ditunjukkan betapa perempuan telah menunjukkan ekstensinya. Persamaan Gender sudah diperlihatkan oleh sejarah antara lain :
1. Pada zaman Rosulullah, sebelum berangkat perang nabi mengumpulkan para sahabatnya untuk bertukar pendapat. Isteri-isteri para sahabatpun diminta ikut menghadirinya dan didengar pendapatnya. Inilah bukti bahwa Rosulullah menghargai pendapat seseorang. Tak pandang laki ataupun perempuan.
2. Siti Aisyah RA, beliau merupakan panglima perang wanita yang memimpin 3.000 pasukan ke Basrah untuk memgembalikan kepemimpinan pada musyawarah diantara kaum muslimin pada pemerintahan khalifah Ali bin Abu talib.
3. Umar Bin Khatab mengangkat salah seorang perempuan untuk menduduki jabatan pengawas keuangan yaitu Al-Syifa binti Abdulah. Betapa kedudukan perempuan sudah diperhitungkan dalam kepemimpinan di zaman sahabat nabi.
Dan banyak lagi tokoh perempuan yang menunjukkan kiprahnya.

Demikian catatan ini semoga bisa menjadi wacana bahwa dalam Islam perempuan menempati kedudukan yang penting yang tidak pernah terjadi sebelumnya


Bangunlah wahai kau perempuan.....
Kau bukan sekedar mawar merekah
Yang harumnya hanya sesaat lalu menghilang.
Kau adalah sejarah tak terbantahkan
Tegar dan kuat seperti pilar Syurga

Bangunlah wahai kau perempuan
Kau bukan sekedar penikmat sesaat
Kau adalah Benteng suatu bangsa
Jika akhlakmu rusak
Rusaklah suatu bangsa

Bangunlah wahai kau perempuan
Tunjukkan potensi dan ekstensimu
Bukan dengan ragawi yang kau miliki
Tapi dengan taqwa dan kecerdasan otakmu
Serta kejernihan akhlakmu

Bangunlah Wahai kau perempuan
Kau adalah mawar yang merekah sampai harumnya mencapai Syurga

( Sidoarjo, 20 April 2011)

Senin, 07 November 2011

Sumur Tak Berdasar ( Puisi )


Menyelam kedasarmu
Hanya gaung sebuah teka-teki
Tentang selendang kepercayaan
Yang terbawa angin kemarau bulan Oktober

Menyelam kedasar bahasa cintamu
Gulirkan  ragu
Gula-gula ataukah cuma tablet salut  semata ?
Manis cuma diluar dan pahit sampai kedalam
Atau cuma wangi kopi
Yang harum aromanya menghilang
setelah tandas kita teguk

Mencari dikedalaman sumur tak berdasar
Satu jawaban yang kutemukan
Hanya kekekalan
Semata milikNya


.....................................

( Sidoarjo 16 Oktober 2011 )

Sabtu, 17 September 2011

Cerpen Cerita Kehidupan

     Kehidupan perkawinan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.Kami tidak pernah bertengkar hebat. Kalau marah ia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi dan mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit makannyapun sedikit. Aku pikir dia workaholik
     Dia menciumku maksimal sehari dua kali. Pagi menjelang kerja dan saat pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran ia tidak romantis. Aku pikir dia memang tidak romantis dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, Kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan dimeja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu.
     Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar atau main dengan anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam aku menyangka dia tidak suka tertawa lepas.
     Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama delapan tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika di suatu hari yang terik, saat suamiku tergolek sakit di rumah sakit. Karena jarang makan dan sering jajan di kantornya dibandingkan makan di rumah. Dia kena typhoid dan harus di rawat di RS karena sampai terjadi perforasi diususnya. Pada saat dia masih di ICU seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri bernama Meisha, teman Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta. Ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona.Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan serangga yang akan lewat akan jatuh cinta begitu mendengar ia bercerita.
     Meisha tidak perna kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu. Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. Lima bulan lalu mereka bertemu. Karena ada pekerjaan kantor yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertaising akhirnya bertemu Mario yang membuat iklan untuk tempat perusahaannya bekerja.
    Aku mulai mengingat-ingat, 5 bulan yang lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi bekerja dia tersenyum manis kepadaku dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Dia membelikan aku parfum baru dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain ia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang ponselnya. Kalau aku tanya ada pekerjaan yang membingungkan.
      Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal.Karena Mario tidak mau aku suapi. Meisha masuk kamar dan menyapa dengan suara riangnya.
     „ Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomer satu ini ?. Tidak mau makan juga? .Uhff...dasar anak nakal. Sini piringnya“. Lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapinya. Tiba-tiba sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan……aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku. Seperti siang itu. Tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya. Tidak pernah sedetikpun!.
      Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi saecar untuk melahirkan anak pertamanya. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia tidak mau makan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit dari pada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah ketika ulang tahun perkawinan kami. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih asyik mencumbu komputernya dibanding aku.
      Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis. Dia bisa hadir membawakan donat buat anak-anak atau memawakan eggrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Suatu kali dia datang bersama suami dan kedua anaknya yang lucu-lucu. Aku tidak pernah bertanya apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu. Karena tanpa bertanya aku sudah tahu apa yang bergejolak dihatinya.
      Suatu sore mendung begitu menyelimuti Surabaya. Hatikupun akan mendung bahkan gerimis kemudian.  Anak sulungku yang cantik berusia 7 tahun. Rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email papanya dan memanggilku.
      “ mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ? “
       Aku tertegun dan membaca surat elektronik itu.
       Dear Meisha,
      Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh ruang hatiku. Aku tidak pernah merasa jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya. Ketika aku menikahinya, aku tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya.Tidak ada perasaan bergetar ketika aku memandangmu. Tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik ketika kami pacaran dulu aku sebenarnya kecewa. Tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku selama ini. Hatiku tetap terasa hampa walaupun aku menikahinya. 
       Aku tidak tahu bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya. Seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami. Seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pohon-pohon dihutan belantara yang tidak pernah minta untuk disirami. Namun tumbuh lebat secara alami. Itu yang aku rasakan. Aku tidak bisa memilikimu karena kamu sudah jadi milik orang lain. Dan aku laki-laki yang selalu memegang komitmen perkawinan kami. Meskipun hatiku hampa, tidaklah mengapa asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa. Dia bisa mendapatkan segala yang diinginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh harta dan tubuhku, tapi tidak jiwa dan cintaku. Yang aku berikan hanya untukmu. Aku berharap bahwa engkau mengerti. You are in only my heart

Yours Mario 

         Mataku terasa panas, Jelita anak sulungku memelukku erat-erat. Meskipun baru berusia 7 tahun dia adalah malaikat yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak bisa bahagiabersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku.
         Sejak saat itu aku menulis surat, hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop dan kutaruh di bawah lemari. Surat itu tidak pernah aku berikan untuknya.
        Mobil yang ia berikan kepadaku aku kembalikan. Aku mengumpulkan tabungan dari sisa-sisa uang belanjaku. Aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku sekolah. Mario merasa heran karena aku tidak pernah bermanja dan minta dibelikan berbagai merk tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku terlalu lama pacaran. Sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia tidak pernah menginginkanku jadi isterinya. Betapa tidak berharganya aku !. Tidakkah dia tahu aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya. Kenapa dia tidak mengatakan saja dia tidak mencintai aku dan menginginkan aku? Itu lebih aku hargai dari pada dia Cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku....
      Mario terus sakit-sakitan dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia terus mencintai perempuan itu dan aku pura-pura tak mengetahuinya. Aku sudah mebuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan mario adalah kebahagianku juga. Karena aku selalu mencintainya.
******************
           Setahun kemudian......................................................................................
Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah, merah dan dipenuhi bunga-bunga.
         ” Mario suamiku,........
         Aku tidak menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan dingin. Betapa senangnya aku ternyata aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah ketika kamu asyik bekerja dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin ketika kamu hanya diam dan menuruti kemauanku. Aku pikir aku ’ Si Puteri Cantik ”, yang banyak diimpikan pria telah memenuhi ruang hatimu. Dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku....
         Ternyata aku keliru....Aku menyadarinya tepet sehari setelah pernikahan kita. Aku membanting hadiha jam tangan dari teman kantormu yang dulu sangat mencintaimu. Aku melihat matamu begitu terluka.>
       ” Kenapa Rima?, Kenapa kamu mesti cemburu, Dia sudah menikah. Dan aku telah memilihmu sebagai isteriku "’ katamu
        Aku tidak perduli dan berlalu dihadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia hidup bersamaku. Aku adalah hal yang terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita sempurna yang engkau inginkan sebagai isterimu.


       Isterimu
        Rima

       Di surat yang lain
........Kehadiran perempuan itu membuat hidupmu berubah. Engkau tidak lagi sedingin es, engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta  itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha

         Di surat yang kesekian....
          .........Aku bersumpah akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah Mario. Engkau  lihatkan aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu buatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros dan suka menabung. Aku tidak suka lagi bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku menelponmu untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini ?.Aku merawatmu jika engkau sakit. Aku tidak kesal kita kau tak mau aku suapi. Aku menungguimu sampai kau tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau di rawat. Karena penyakit pencernan mu yang selalu bermasalah. Meskipun belum terbit sinar cinta dimatamu aku akan tetap berusaha menantinya.’
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya...Dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya. Di surat terakhir, pagi ini...........
        ......Hari ini adalah hari ulang tahunpernikahan kami yang ke 9 tahun. Tahun lalu engkau tidak pulang  ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang. Karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak di dunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah bude Tati sampai kehujanan dan basah kuyub. Karena waktu pulang hujan turun deras. Dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku dan menyuruhku ganti baju supaya tidak sakit. Tahukah engkau suamiku, selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun pacaran dan 9 tahun menikah baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran dari matamu. Inikah tanda cinta mulai bersemi dihatimu??


       Jelita menatap Meisha dan bercerita.
        “ Siang itu mama menjemputku dengan motornya. Dari jauh aku melihat keceriaan di wajah Mama. Ia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah mama bersinar seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan. Tapi ketika mama menyebrang jalan, tiba-tiba mobil lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…..Aku tidak sanggup….melihat mama terlontar. Tante…..aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak bergerak lagi…….”Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit dihatinya. Tapi dia sangat dewasa.

        Meisha mengeluarkan selembar surat yang diprint tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam. Dan tadinya ingin Rima membacanya.

        Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan berusahai menyenangkan hatiku. Dan tadi dia pulang dengan tubuh basah kuyub karena kehujanan.Aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.......Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?. Aku berusaha mencintainya seperti yang kau sarankanMeisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya. Aku akan membelikan mobil mungil untuknya supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku...............


    Meisha menatap Mario yang semakin ringkih, yang tetap masih terduduk di nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam
      Semuanya sudah terjadi Mario....Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang. Ketika seseorang itu telah pergi meninggalkannya........


TAHUKAH KAMU MANFAAT TERTAWA DARI SEGI MEDIS ? ( Non Fiksi )


  Sering kita menganggap tertawa itu suatu hal yang biasa. Suatu luapan ekspresi dari bahasa tubuh kita untuk mengungkapkan suatu kegembiraan, atau reaksi spontan melihat hal yang lucu. Padahal setiap kita tertawa lepas 15 otot wajah bekontraksi. Bahkan dengan tertawa dapat merangsang  bagian otak depan, tengah sampai hipotalamasus. Tertawa juga bisa mempercepat penyembuhan penyakit.  Tertawa juga dapat menghambat aliran kortisol, hormon stres yang dapat menyebabkan peningkatan darah dan menurunkan sistim kekebalan tubuh. Artinya tertawa dapat meningkatkan sel-sel pembunuh alamiah seperti gamma interferon, sel T dan sel B yang membuat antibodi pembunuh kuman penyakit. Tertawa juga bisa merangsang batuk dan yang membantu membersihkan saluran napas. Saat tertawa terjadi peningkatan kosentrasi IgA yang terdapat pada air ludahyang melindungi tubuh dari organisme yang masuk melalui saluran pernapasan.
     Tertawa 1 menit ternyata sebanding dengan bersepeda 15 menit. Tekanan darah menurun terjadi peningkatan oksigen pada darah, otot, dada berkontraksi juga kaki dan punggung. Setelah banyak tertawa kita kadang merasa lelah, seakan baru saja melakukan aktivitas aerobik.
     Selain aktifitas fisik yang kita rasakan dari manfaat tertawa. Kita juga merasakan aktivitas jasmani. Setelah tertawa  perasaan sedih, marah dan takut akan menurun bahkan hilang. Sehingga tubuh merasakan pengaruh positiv.
     Tertawa bukan hanya bisa sebagai reaksi biologis. Tertawa bermanfaat juga sebagai reaksi sosial. Dengan tertawa akan semakin mempererat hubungan antar kelompok. Tertawa membuat rileks dan pertemanan menjadi terasa lebih indah.  Jadi tertawa juga bisa menjadi ibadah.
     Sekarang marilah kita belajar tertawa dengan jujur.    SEPERTI PESAN SPONGEBOP " TERTAWALAH SEBELUM PITA TERTAWAMU RUSAK ".

HA...HA....HA....HA....HA....

Sidoarjo, 3 Mei 2011

Minggu, 11 September 2011

Unicorn ( Cerpen )

~~~~~~~
Kupandang wajah diatas air telaga, Astaga naga! Cermin air itu membiaskan bayangan  sesosok makhluk berkaki empat mirip kuda putih dengan satu tanduk dikepala dengan sepasang sayap. Aku coba cubit tanganku merasakan apa ini semua mimpi ?????  Tapi....hah....rasa terkejut yang luar biasa karena tanganku berubah jadi kaki semua. Tersadar kalau aku sekarang di dunia berbeda. Sekelilingku pepohonan teduh dan rumpun bunga aneka warna disekitar telaga. Suara gemericik air yang keluar dari celah batu diantara belukar. Suasana hutan gunung yang masih perawan. Dan mengapa aku harus jadi kuda bertanduk??. Aku berubah wujud menjadi seekor UNICORN.

Belum hilang rasa heranku dan menemukan jawaban  dengan semua ini tiba-tiba muncul sosok jelita didepanku. Harum tubuhnya tercium dihidungku. Bibirnya ranum merakah merah tanpa lipstik. Kulitnya putih mulus berkilau diterpa sinar matahari membuat mataku sedikit buram oleh pantulannya. Rambutnya panjang diurai dengan hiasan mahkota kecil dikepala. Wow.....tubuh itu sintal berlekuk menggelorakan syahwat makhluk Adam. Terbalut kemben jarik parang. Duh gusti aku yang berubah wujud menjadi unicorn saja sampai meneguk ludah..Membuatku tak bisa berpikir dengan akal warasku lagi. Ah persetan amat biar aku berubah menjadi unicorn bahkan kambing congekpun aku tak perduli, asalkan aku bisa mendekati makhluk tuhan paling seksi didepanku itu.

" Kirrin, kemari......", suara lembut dan merdu keluar dari bibir mungilnya. Suara itu menyihirku untuk melangkahkan kaki empatku mendekatinya.
Oh......namaku di sini berubah menjadi lebih keren " KIRIN ", padahal kalau diduniaku dulu waktu aku manusia namaku " KIRUN "...gak beda jauh sih sebenarnya.

Tangan halus itu mengelus punggung tubuhku, ada rasa nikmat dibelai gadis secantik itu. Aku curi-curi kesempatan dengan mengeluskan kepalaku di pipinya. Diapun tertawa kecil...mungkin setengah geli. he..he...Jarang aku di belai gadis semolek ini. Dulu fatimah saja hitam dekil pembantu warung sebelah menolak cintaku. Nasibku di dunia selalu tak beruntung dalam soal asmara. Kirun...kirun.... pikirku  dalam hati.

" Kirin., rebahkan kepalamu dipangkuanku, ", suara itu merdu bagaikan nyanyian orkhestra. Akupun menurut saja. ia elus tandukku yang keras.......ehmm aku merasa PW nih...alias Posisi Wuenak. Tiba-tiba imajinasiku melalang buana seandainya saja aku berubah wujud lagi menjadi Pangeran tampan dan aku akan monyongkan bibirku menyentuh bibir merah basah itu....Pendar-pendar cahaya berkejap diotakku nakalku.....Sebelum fantasiku terlalu jauh tiba-tiba...

GUBRAK!!!

Seluruh wajahku basah tersiram air ember. Sebelum aku menyadari kalau aku berubah jadi manusia kembali. Kupingku mendengar suara ribut dan serapah.
" Dasar, satpam semprul !!! kerjanya molor saja.! Itu.....rumahku  baru saja kemalingan", teriakan keras Pak Deny, majikanku menyadarkanku dengan tangan menenteng timba yang sudah kosong
" keluar kamu, hari ini kamu aku pecat !!!!!,   ", Bagai disamber geledek, suara itu membuat seluruh tubuhku lemas.
Terbayang dipelupuk mata satu minggu pekerjaanku menjadi satpam rumah gak di gaji
Nasib...nasib....Unicorn.........

( Sidoarjo, 10.9,2011 )

DASAMUKA ( PUISI )

Kelam, pekat ......
Hujan sembilu lampirkan jejak pupus
Pintumu terkunci
Ketukanku tak berjawab

Kau tak bisa sembunyikan dibalik mata
Rahasia yang tak ingin tersibak

Kenapa tak tangkap saja isyarat kata
nurani kebenaran atas nama cinta
Kenapa berlari-lari dari rasa bersalah
Kelorong topeng yang berganti roman
Sejauh apapun langkahmu
memburumu dari pelarian waktu tersiakan

Tetap dalam topeng DASAMUKAMU !


( in memori dasa tahun   )

( Sidoarjo, 10/9/2011 )

Senin, 05 September 2011

Cerpen DILEMA SATRIA ( Kisah seorang ODHA )

     Jarum jam menunjukkan angka 12 tepat. Hawa dingin menyelimuti bangsal kamar no 14. Terlihat wajah kuyu dengan wajah dan bibir menghitam. Satria, pasien ruangan mawar merah, sendiri diruang itu hanya ditemani Sri isterinya. Jarum infus masih menancap dilengannya yang tinggal tulang. Selang 0ksigen masih menghias diwajah kuyunya. Nafasnya berat tapi lebih berat beban yang dipikulnya. Terlihat matanya yang gelisah tidak bisa terpejam sama sekali

      Diliriknya Sri, wanita soleha yang sedari kecil hidup di lingkungan pesantren , dinikahi 4 tahun yang lalu setelah petualangannya yang panjang dengan banyak perempuan. Sri tertidur disisi tempat tidurnya dengam posisi duduk dan kepala terbaring di kasur. Sepuluh hari ia sudah setia menunggu satria opname di bangsal kelas III ini. Tidur Sri tampak lelap sesekali ia berganti posisi kepala direbahkan kesamping kiri. Matanya tetap terpejam. Satria mengusap kepala isterinya. Rasa iba dan sayang berkecamuk didadanya.

     "Ya Allah, ampuni hamba....“, Satria bergumam lirih. Hampir mirip sebuah desah saja
     ” Sebenarnya bukan beban sakit ini yang hampir tak kuat hamba tanggung. Tapi menyatakan dengan jujur apa sakit hamba kepada isteriku “ Seraya mengusap kepala isterinya sekali lagi. Sri tetap tak bergeming mungkin karena rasa lelahnya menunggu suaminya selama 10 hari di rumah sakit. Satria menepis bayangan masa lalunya. Ketika wajah tampannya menebar pesona kesemua wanita. Ditunjang dengan kantongnya yang tebal buat merayu wanita. Karena dia anak tunggal seorang pengusaha tahu. Kedua orang tuanya terlalu memanjakan dia. Sehingga apa yang dia mau selalu ia dapat. Dan semua selalu benar dimata orang tuanya. Tidak ada yang salah walaupun kenakalannya dia sudah diluar kewajaran. Sampai ia bertemu dengan teman-teman yang menunjang kenakalannya menjadi lebih hebat. Tiap malam selalu begadang dengan pesta miras, narkoba dan astaghfirullah wanita. SMA ia habiskan dengan sia-sia. Petualangan cintanya dengan beragam wanita dari usia ABG sampai ke tante girang, dari kelas perek, mahasiswa, pelajar sampai wanita pengusaha sudah dikecapnya. Setelah selesai SMA ia tidak mau kuliah kerjaannya hanya nongkrong dengan teman segegnya. Pesta sabu, ganja, miras setiap malam ia gelar.

      Sampai suatu ketika ia overdosis di kost-kostan temannya. Orang tuanya baru tahu kalau dia sudah "SALAH ASUHAN". Syok dan kecewa membuat kedua orang tuanya mengalami serangan jantung. Yang akhirnya ketika Satria sedang berjuang dengan sakratul maut karena overdosis. Ayahnya berjuang dengan serangan jantung yang akhirnya berujung pada kematiannya. Disusul dengan kematian ibunya pula.

     Ketika satria pulih dan berangsur membaik, pecahlah tangisnya. Ketika diberitahu kalau kedua orang tuanya telah meninggal. Sesal yang mendalam yang tidak bisa ia gambarkan. Hampir ia mengakhiri hidupnya. Kalau saja teman ayahnya seorang ustad memberitahukan kalau ia diberikan nyawa kedua untuk memberikan kesempatan kalau ia bisa menebus semua kesalahannya.
      “ Tiga amalan manusia yang tidak terputus sampai ia meninggal itu ada 3 perkara: 1. Amal jariyah 2. Ilmu yang diamalkan 3. Doa anak yang soleh. “ Suara lantang H Ibrahim membuat pikirannya terbuka.
      " Satria, engkau diberi Allah kesempatan hidup kedua oleh Allah SWT, tetapi sebagai manusia yang berbeda. Dulu kamu hidup di jaman jahiliyah dan kini pergunakan kesempatan hidup keduamu untuk menjadi manusia yang lebih istiqomah. Doakan kedua orang tuamu agar diterima disisi Allah. Jadilah anak yang soleh. “, suara H Ibrahim pelan dan lembut membuka pikiran sehatnya.
      “ Ya Allah, ampuni hambamu ini. Terimakasih Abah Ibrahim telah memberiku siraman rohani . Setelah ini insyaAllah aku akan menjadi anak soleh yang selalu mendoakan ayah dan bunda. Semoga kau tempatkan kedua orang tua hamba di syurga. Amin...“ Diciumnya tangan H ibrahim sambil berurai air mata.

        Setelah itu Satria lahir sebagai manusia baru. Ia pergi jauh dari rumahnya mendalami agama disuatu pondok pesantren. Tiap malam ia menangis menyesali dosa-dosanya yang sudah diuntainya. Pondok pesantren Al Hidayahnya membawanya pada suatu pencerahan hidup. Disini ia telah menemukan ketenangan. Seperti aliran suara air ditengah oase. Batin dan jiwanya telah menemukan hakiki kehidupan. Sampai suatu ketika ia dipertemukan Sri. Salah satu santriwati di Pondok itu. Wajah yang manis dengan tatapan teduh mampu menyita seluruh hatinya. Pesona Sri terletak pada hakikat wanita muslimah sejati. Hidup Sri dinafaskan dengan apa yang sudah di aqidahkan oleh Qur,an dan Hadist

      Sri tahu gundah di hati Satria. Ia hanya menitipkan doa-doa yang harus di baca Satria untuk ketenangan hatinya.
Satria merasa tenang ketika hanya bertatap dengan Sri. Dan Sri selalu matanya tunduk tak berani menatap Satria. Akhirnya Satria memutuskan untuk melamar Sri dan Sri menerimanya.

      Dari perkawinan mereka lahir Putri yang berusia 2 tahun. Satria memilih hidup di lingkungan pondok. Ia berwirasawata membuka bengkel. Rejekinya mengalir bengkelnya mulai ramai. Hidup Satria seperti lengkap suda. Kebahagiaan dan ketenangan hidup ia nikmati. Setiap hari ia bersyukur atas limpahan rakhmatNya.

      Sampai suatu ketika dia sering merasa kurang enak badan. Flu gampang menyerangnya. Dipikirnya karena kelelahan bekerja dibengkel. Pada akhirnya dia mengalami demam hebat, disertai diare dan muntah-muntah. Kondisi badanya mengalami penurunan ketika batuk tak kunjung sembuh sampai mengeluarkan darah. Nafasnya sering sesak. Sampai serangan rasa sakit di dada yang membuatnya tak bisa bernafas. Batuk darah tak berhenti dari mulutnya, Akhirnya sampai ia dirawat di bangsal ini.

       Pagi tadi setelah visite dr Rizal menghampirinya ditemani seorang suster
      “ Bapak Satria, selain bapak dan isteri bapak apa ada keluarga lain yang bisa saya ajak bicara “, Suara pelan dr Rizal keluar sambil membolak-balik statusnya
      “ Tidak ada dok, saya tinggal hanya dengan isteri dan anak saya yang berumur 2 tahun. Kalau bicara tentang sakit saya biar sama saya saja dok. Karena isteri saya juga gak paham. Maklum kami orang desa “, jawab satria sambil menepiskan persaan cemasnya. Karena ia punya firasat. Pagi ini suster yang biasanya menyuntik dia. Mulai menjaga jarak. Handscoen mereka kenakan yang sebelumnya tidak mereka perlukan. Dua suster mulai berbisik ketika mulai menyuntik lengannya. Meski suaranya tak jelas tapi satria tahu dari matanya kalau ada sesuatu yang ganjil mengenai dirinya.
     “ Baiklah kalau begitu, tapi ini saya mohon bapak lebih tegar. Dari serangkaian pemeriksaan penunjang. Tes darah atau laborat bapak menderita sakit HIV “, suara dokter Rizal yang pelan tapi seperti halilintar di telinga Satria.
      “ Apa dok?….HIV, AIDS ya dok ? “, suara Satria tercekat serak rasanya.
       “ Benar Pak dan infeksinya sampai keparu-paru. Bapak terkena pneumoni kronis. Atau radang paru-paru “. Dokter Rizal berhenti sebentar kemudian melanjutkan kalimatnya.
       " maaf Pak Satria sebelumnya saya ingin bertanya. Apa pak Satria pernah menjadi pengguna obat-obat terlarang? Atau pola hidup sexual bapak yang sering berganti pasangan?"
        Satria hanya mengangguk. Ia hampir tidak percaya dengan ucapan dokter Rozal tadi. 
       “ Bapak juga fahamkan, kalau bapak bisa menularkan penyakit ini pada keluarga bapak ? “. Tegas dokter Rizal. Satria hanya tercenung sampai tak bisa harus bicara apa.
        “ Pak Satria, tidak etis sebenarnya berbicara masalah diagnosa kepada bapak. Tapi karena kita tidak tahu harus bicara pada siapa lagi, tapi bapak harus tetap semangat melawan penyakit ini . Karena itulah yang bisa melawan penyakit ini. Saya tinggal visite pasien yang lain dulu P Satria”, Sambil menyerahkan status ke suster, dokter Rizal berlalu meninggalkan Satria.

       “ Bapak Satria infusnya mau saya ganti dulu pak, mau habis “, Suara suster Maya membuyarkan lamunan Satria. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul dua. Sri terbangun dari tidurnya. Dan bergegas berdiri.
         Setelah suster Maya meninggalkan bangsal Satria. Sri duduk menghampiri suaminya.
       “Maaf mas, saya tadi ketiduran. “, kata Sri dengan rasa bersalah.
        Satria tersenyum getir dan menggeleng.

       ” SRI MAS YANG HARUS MINTA MAAF, SAMPAI KAPAN MAS HARUS MENYIMPAN RAHASIA INI.....“ Satria hanya bisa berteriak dalam hati karena suaranya tercekat oleh bebannya yang berat….Berganti bayangan Putri anak semata wayangnya, bayangan Sri isterinya....
      “Sayang aku mau tidur sebentar ya “, bisik Satria dengan suara perih hampir berbisik

      "Lalilahaila anta inni kuntum minadzolimin…………".Satria tak berhenti berdzikir…..
        Mata satria terpejam. Setelah dzikir ia merasa tenang….Dzikir yang di ucapkan nabi Nuh ketika diperut ikan paus. Seperti itu harapan Satria. Pertolongan Allah akan datang ketika hambanya dalam cobaan
       Amiin


( Sidoarjo, 21 Desember 2010 )

Sabtu, 27 Agustus 2011

Non fiksi Info Sehat Mengenal Cholesterol dan Fitosterol. Si Sirik dan Si Juwita

     Kalau kita menyimak kata cholesterol bayangan kita adalah lemak jahat, yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung koroner.karena bila terlau banyak kadar cholesterol di dalam darah, maka terbentuk endapan di dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah jantung..  Hal ini erat kaitannya dengan pemompaan aktifitas jantung yang tidak teratur. Sehingga darah gagal mengalir ke jantung. Jantung yang kekurangan oksigen mengakibatkan sel otot jantung mati dan jantung berhenti bekerja. Penyakit ini kita kenal dengan nama jantung koroner, cardiovascular deseas. atau PJK..Penyakit ini menjadi momok, karena menjadi pembunuh no 1.  " Si Sirik " cholesterol ini menjadi jahat bila kita tidak kita waspadai. Hindar makan-makanan yang berlemak, jeroh-jerohan, makanan manis. Dan berolahraga yang teratur.
     Kata Fitosterol, kebalikan dari cholesterol, walaupun keduanya sama-sama dari golongan lemak. Cuma fitosterol " Si Juwita ", menjadi rival cholesterol. karena filosterol dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Mengapa demikian??. Karena " Si Juwita" fitosterol, dapat memberikan efek penurunan kolesterol dengan cara menghambat absori Si Sirik Cholesterol di usus, menghindari kolesterol didalam misel garam empedu, dan meningkatkan ekskersi garam empedu. Selain itu fitosterol dapat memperbaiki requiest cholesterol darah pada tingkat yang normal.Dimana kita bisa mendapatkan sumber makanan fitosterol??. Dengan mantera Abrakadabra fitosterol kita dapat dari makanan mudah dan tidak menguras kantong kita.  fitosterol banyak terdapat pada biji-bijian, kacang-kacangan dan minyak nabati, seperti gandum, minyak zaitun, minyak jagung, minyak biji bunga matahari dan kacang kedelai. Tempe juga banyak mengandung fitosterol. Pada kacang tanah fitosterol dapat bersinergi dengan asam lemak tidak jenuh tunggal ( ASAM OLEAT ). yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.Tapi kita harus bijaksana dalam mengkonsumsi jumlah kacang-kacangan yang ada di tubuh, dimana kacang-kacangan yang non fat dapat menjadi cholesterol

     Demikian catatan ini dibuat semoga menjadi manfaat buat para sahabat face booker...Sayangilah tubuh kita. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati??. Pola hidup sehat, olah raga, menghindari stres menjadi obat awet muda dan awet bugar. Ciao.....sampai di sini.

Cerpen Lelaki Itu

   Kutemui lelaki itu di Ruangl Tulip, menunggu isterinya yang terkapar sakit. Ruang B1 itu selalu menarik perhatianku. Ketika bersitumbuk mata aku lihat pandangannya ia tundukkan. .Aku jadi salah tingkah. Wajahnya dan penampilannya biasa saja. Sederhana. Dengan celana wall biru di padu dengan baju takwa putih. Wajahnya dihiasi jenggot pendek yang tertata rapi, kulit sawo matang dan rambut ikal yang dipotong pendek. Semua takaran itu biasa dan tidak ada ada yang istimewa. Tapi yang menarik dari wajahnya adalah sepasang bola mata teduh. Menatapnya bagaikan berjalan diatas telaga dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi. ketika matahari bersinar tak bersahabat.
            Ada sesuatu yang lebih menarikku ke medan magnit, selain sorot matanya adalah ketelatenannya merawat dan menunggui isterinya. Pasien di ruang B1, Ny Indah Prihatiningsih. Dengan kasus penyakit cancer serviks stadium 3 atau bahasa awamnya kanker leher rahim. Usia isterinya mungkin lebih tua dari lelaki itu. Atau mungkin karena sakit yang dideritanya, membuat wajahnya kelihatan lebih tua.
            Aku bekerja di  Ruang Tulip ini sebagai petugas administrasi. Jadi tidak kontak langsung dengan pasien seperti perawat. Sering aku dengar gunjingan tentang keluarga pasien dari teman-teman perawat. Macam-macamlah, ada yang baik dan buruk. Ada yang cerewet dan tak puas pada pelayanan dan banyak yang merasa puas dengan setumpuk pujian. Begitulah nasib kalau bekerja di bagian pelayanan. Selalu siap dengan kritik apapun. Meskipun custemer servise sebagai motto rumah sakit ini telah  kami terapkan. Pagi ini aku dengar gunjingan tentang keluarga pasien B1.
            “ Kalau saja ada sepuluh keluarga pasien seperti suami bu Indah, pasti tugas kita menjadi lebih ringan”. Suara mbak Sri memecah rutinitas pagi setelah verbed.
            “ Tempat tidur sudah tertata rapi, steak laken, selimut nangring rapi. Seperti kita saja yang verbed, ya mbak Sri,? “, Mbak titik menimpali obrolan mbak Sri.
            “ Yang lebih membuat saya kagum, ketelatenannya merawat isterinya.Dari menyuapi. Menyeka, mengganti baju, bahkan mengganti softeknya ia lakukan sendiri, tadi lihat nggak Mbak isterinya sudah ia bedaki dan seulas lipstik membuat wajahnya kelihatan segar dan nggak,  kuyu seperti pasien lain,”,  sahut mbak Ratna,
            “ Ya, ampyun....sampai sebegitunya.....”. Suara kocak mbak Titik membuat kami tersenyum.
            “  Kalian percaya nggak, setiap malam ia menggelar sajadah, bertahajut, disamping tempat tidur isterinya”. Kata mbak Sri lagi.
            “ Benar, mbak. Aku sering melihatnya.pas jaga malam, waktu mengganti infus isterinya”. Timpal Mbak Ratna.
            “ Sampai aku penasaran, aku ajak ngobrol bu Indah,. Ia bercerita kalau suaminya itu adalah suami kedua, setelah di tinggal wafat suami pertamanya. meninggalkan 3 anak yatim yang masih kecil-kecil. Jadi sekarang suaminyalah yang menopang dan ikhlas merawat ketiga anaknya seperti anak sendiri. Mulai biaya sekolah dan sebagainya....” sambung mbak Ratna lagi
            “ Subhanallah, “. Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku
            “ oalah mbak Dewi, sampeyan tak fikir gak nyimak obrolan kita, Lha wong nggethu, kosenstrasi sama merinci pasien pulang, Mbak titik nyelethuk dengan logat jawa medoknya....
            “ Wis kerja, kerja. Kok ngobrol terus “,  lagi-lagi mbak Titik celetukannya, membuat obrolan itu selesai dan kami kembali pada aktivitas kerja masing-masing.
            Tiga hari setelahnya aku melihat status pasien B1 sudah tertata rapi  bersama satus-status pasien yang lain diatas mejaku. Ini menandakan pasien diperbolehkan dokter pulang. Seperti biasa tugas utamaku adalah merinci semua biaya, sejak masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit. Setelah semua aku output/entry biaya dan tindakan pasien dan kuprint rincian biaya. Setelah itu pasien tinggal membawa rincian ke kasir untuk diselesaikan pembayaran adminitrasinya.
            Lelaki itu datang kepadaku untuk segera menyelesaikan administrasi pulangnya.
                 “ Mbak Dewi, Ny Indah Prihatiningsih sudah di rinci?”, tanya lelaki lirih seraya duduk .                                 
Aku terkejut, manakala ia memanggil namaku. Ah, dari mana ia tahu namaku, kutepiskan curigaku. Mungkin ada perawat lain yang meberitahukan penyelesaian administrasi  di Mbak dewi, seperti biasanya namaku disebut. Jadi kalau pasien pulang tinggal menemuiku.
            “ Iya pak, ini sudah saya rinci. Total biayanya bisa dilihat dan pembayarannya di kasir rawat inap ruangannya tiga pintu ke utara”, tanganku menunjuk tempat itu.
            “  Maaf, mbak Dewi lupa sama saya ya? “,
            Bagai halilintar aku terkejut mendengar kalimat lelaki itu. Aku pandang lelaki itu, tapi dia tetap tertunduk.
            “  Saya Ridho, mbak,  saudaranya Mbak Rif’at. 18 tahun yang lalu saya dan keluarga ke rumah mbak Dewi “, Suaranya pelan, tapi membuat tubuhku menggigil seperti dialiri listri 1000 Volt.
Ya, Allah...ya Robbi.  Aku hampir tak percaya. Ingatan sekelebatan kembali ke masa lalu.  Lelaki itu adalah lelaki yang aku tolak pinangannya 18 tahun  yang silam..................... ......................................................................................................................................................

Sidoarjo, 26 Agustus 2011

Sketsa abu-abu ( Puisi )

Lugas kunikmati setiap candumu
Yang masuk kepori-pori darah
Sebar keseluruh pembuluh nadi
Menjadi racun lalu berhenti di rahim sukma
Mati indera rasaku


Akulah sang bulan kesepian
Menari sendiri di persembahan jagad
Diatas altar kepingan lara
Menohok rasa ketidak abadian
Beku di makna luka


Akulah unggun yg kehilangan api
Berlalu dan pergi oleh waktu
Yang  menunggu nyalang suluh




'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sidioarjo 20/8/2011