Sabtu, 31 Maret 2012

MENGANYAM JANJI

Ombak merapat pecah di bibir pantai
Pada kenang camar sayap patah
Telah kupinjam hari
Menenun awan menjadikan senyum

Awan putih mengekal janji putih
Perjamuan kerinduan bersulang
Di hutan bakau, kunyanyikan sebuah nama laut
Engkau datang saat cahaya pagi mekar
Telanjang menikmati risalah embun
Bait demi bait
Dalam bahasa anak-anak matahari

Ombak merapat pecah bibir pantai
Ikuti kemana arah angin
Jika  sekiranya ini, belahan bumi semusim
Biarlah karang bermukim
Diantara batu-batu diam

( Sidoarjo, 31/3/2012 )


Sabtu, 24 Maret 2012

Hmmmm 2

         
Aku hanyalah  siluet tak terjamah
Langkah surut, undur ke belakang          
Sebelum rasa jauh hendak rengkuh
Kuberlari menepi

Sekedar dongeng rasa yang tak berasa
Bukan dan tidak pula.
Engkau   terlalu agung
Pijar menetra dewi-dewi  mayapada
Decak pesona mabuki dahaga


Sedangku lukisan buram, belakang gudang
Dirimu berjajar mendewa
Sebelum membasah kujauh mengayuh
       
Aku memujamu kekasih
Namun suara hilang
Di telan sorak-sorai  jubah kebesaranmu

 Nyali hanya sekecil kunang                
 Jalan berselimut kabut
 Sesaat rasa menaut

I can’t  say anything
Keep deep in hart, my feeling

“ Miss u, love u “ kudengar lirih memanggil

 Mungkin hanya sekedar gaung mimpi
 Pergi saat terjaga pagi
Seandainya saja ini  bukan mimpi
Ingin kukecup lembut kelopak waktu

 ( Sekantung rindu kutitip di biru langit. Biarkan mengudar bias warna pelangi pada awan . Tak perlu kaki bianglala menyentuh bumi )

Sidoarjo, 22/3/2012

Hmmmm...


@ Bintang

Seikat kamboja mewarta
Tentang pergi luka jiwa
Tak percaya indah  pelangi
Kenang hanyalah bayang
Rindu sebatas jemu

( Sidoarjo, 25/2/2012 )


Selasa, 20 Maret 2012

Kulukis Wajah Ibu

Kulukis wajah ibu
Pada  selembar kelasa berwarna biru
Di  tempayan juadah
Ibu menambal  salam pada sulamnya  bedah
Musim-musim berkarat membuat nyirunya berurai rapuh
Saat gerhana telah mengunyah habis purnama

Keindahan hanya buram kaca yang tersisa peradaban
Kelapangan adalah jalan mudah ke muaraNya
 Dan engkaulah sebenar-benarnya kekasih

Diatas kelasa
 Akupun tenang , berdiam di dada ibu
Pandulumnya mengajarkan tentang
Seulas senyum  bibir  Khidir
Menyambut dipintu dzikir
( Sidoarjo, 20/3/2012 )

Sabtu, 17 Maret 2012

Puisi dan Kudapan

Suatu ketika aku ingin membuat puisi cinta
Dengan kudapan yang kucampur dengan berbagai rasa
Gurih, manis dan asam yang bercampur dalam satu paduan rasa menawan
Kusisipkan sebagian jiwaku yang kadang gemuruh oleh hantaman beliung
Memercik api cemburu  sebagai kembang api pelengkap aksesorisnya

Cobalah cium harum puisi cintaku, dalam kudapan
Dengan wangi rempah-rempah komplit bumi nusantara
Jahe yang sedikit pedas, Kunir yang membuatnya makin cantik
Ditambah ketumbar semakin mebuatnya gurih .
Tak lupa garam dan gula serta sedikit bumbu penyedap rasa
Aku harap seleramu menikmatinya dengan “ ganyeng “

Kekasihku,
Setelah menikmati kudapan puisi cinta ini
Wajahmu bersemu merah  oleh rasa yang terbakar
Kemudian kau titipkan belahan hatimu
Dibelahan hatiku
Sebagai penutup kita menikmati buah cinta, buah strowbery merah

( Setelah ini jangan kau bilang puisi cinta cuma sampah, sebab sudah kuramu bersama kudapan  )

Sidoarjo, 16/3/2012