Kulukis wajah ibu
Pada selembar kelasa
berwarna biru
Di tempayan juadah
Ibu menambal salam
pada sulamnya bedah
Musim-musim berkarat membuat nyirunya berurai rapuh
Saat gerhana telah mengunyah habis purnama
Keindahan hanya buram kaca yang tersisa peradaban
Kelapangan adalah jalan mudah ke muaraNya
Dan engkaulah
sebenar-benarnya kekasih
Diatas kelasa
Akupun tenang ,
berdiam di dada ibu
Pandulumnya mengajarkan tentang
Seulas senyum bibir Khidir
Menyambut dipintu dzikir
( Sidoarjo, 20/3/2012 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar