Rabu, 23 Januari 2013

PARADE


Kutunggu Kelebat Jilbabmu

Awan mendarat di langit langit kamar
dari celah jendela

Suara kebisuan mendekat
kelebat jilbabmu yang kutunggu belum juga datang

kau jauh terbang di atas lautan

2013


Bulan Ungu

Aku bermalam di pelataran hatimu
di bawah bulan ungu

Ada lukisan bayanganmu
di udara malam yang beku

Dan dalam tidurku 
kau menganyam cahaya
hingga segala jadi warna

Lalu pagi
ketika embun menyedekapkan matahari
jejakmu hilang

Moksa melucuti jiwa

2013


Mata Kelelawar

Burung burung di hatiku
gempar oleh kepergianmu

Tersesat terbang
memasuki lorong masa silam
berubah jadi kelelawar yang bergelantungan
menatap nilai nilai dengan mata yang berbalikan

2013

Kamis, 17 Januari 2013

Di Titik Maha Jauh


Pesan Akhir ??

Seekor burung puitih
kubiarkan mengarungi langit hitam
dan sisa sisa bulunya di telaga 
perlahan tenggelam

Aku berjalan menuju bukit
membangun kuil pemujaan
untuk melupakan nyanyiannya

2013



Elegi jarak Maha Jauh

/1/

Seberapa ribu kilo jauh jarak
Yang dulu sedekat bilik jantung 

Denyar menghangat, suasana rumah jiwa
Padamu yang pernah menanda apa putih itu
Saat hitam dan abu abu di bebayang langkah

/2/

Ketika jarak sudah menjadi maha jauh
Sesaki , sesal
Warna putih mengabur  kelam

" Salahmu sendiri, adik manis
Mengapa tongkat kau patahkan! ". 

Ya, ada tawar dan pahit
jarak berskat skat dan menuju titik  Nun
 :duka setia,

/3/

Dan
Kutitip saja satu kunci kataraair, 
Bila masih ada sisa rindumu

Sidoarjo, 17/1/13

Rabu, 16 Januari 2013

YANG BUKAN KEKASIH

Engkau bukan kekasih
tetapi selalu sungai
Ya, selalu sungai !

Sungai yang mengaliri sajakku
Yang menumbuhkan teduh melebihi cinta
Yang mengapungkan harap melebihi peluk

Maka akan kupelihara engkau sebagai yang bukan kekasih
agar sungai tetap menemukan hulu dan muara
Agar biji biji gunung bertunas di pantai jiwa


Sidoarjo, 7/1/13

Bila Ijinkan ?


Jika aku menjelma sampan
melayari telaga mata

Bola  penuh kilau berkedipan
yang terbentang di bawah alis


Di gerai gelombang rambutmu yang abstrak
Melepas jangkar agar tak pergi kemanapun jua

Engkau ijinkan ?

Sidoarjo, 3/1/2013

EPISODE YANG HILANG


Tak bisa kucegah saat punggungmu  tubuh berlalu
Di sebuah meja berkawan angin basah
Cafe illusi, 

Senja telah melumatkan kenangan
Aku hanya duduk dan terdiam
menyadari rasa bersalah yang memukul mukul dinding batin

Maafkan ,
Jika mampuku hanya diam tanpa pilihan
Dan itu semakin membuatmu perih

Dari balik punggung tubuhmu
Siluhet semakin menjauh
Menyisakan cerita akhir episode
Jejak yang tanggal
Gugur di hujan januari

Sidoarjo, 7/1/2013

TANGGA


Berjiwa Dengan Laut

Engkaulah  laut !
Bersejiwa denganmu saat senja di kaki cakrawala

Aku ingin lari dari gemuruh angin
menerjunkan diri di ghoib palungmu yang terdalam

tetapi tuas janji mengikat tubuh rapuh ini

Sidoarjo 9/1/2013


Tegak

Ingin aku berendam
Bertapa agar jiwa berganti wajah moksa
dalam genang air matamu
menjelma menjadi abjad satu
setegak tugu

2013


Rindu

Ya rindu ini kukais pada kerasnya tanah kapur
Hendak kubangun waduk rindu
Yang menampung hujan munajahku

Sidoarjo 9/1/2013

Rindu 2

Cakar cakar awan mengguratkan awan luka
Agar rinduku tertindih batu
Dan diijinkan menguak kalbumu

2013

BLAAR !!


Gurita menggoreskan tintanya 
di selembar kanvas langit

Berharap aku jauh dari tepi ombakmu yang riak
padahal perahuku sudah  leluasa menyusuri hamparan biru

Langit telah berwarna merah saga
tunggu saja sebentar lagi badai  akan mengepungku !

Roboh oleh gempuran angin yang bertabrakan dari dua penjuru
Menjadi beliung yang berpusing di kejauhan

Dan kau menjelmakan ufuk diantara karang
yang tak roboh gempuran gempa 

Sidoarjo 11/1/2013

Rabu, 02 Januari 2013

Kidung kekasih

Kutidurkan engkau sebagai kekasih
memintal garis-garis hujan menjadi kanvas
yang kelak menampung lukisan
Warna rindu yang terperas dari kelopak mata hati.....

Lubuk hati, 27.12.12

Ciuman 13

Delima meranum
Sambut ciuman mesra
Cinta kekasih

Entah kebakaan begitu misteri
Pada sedepa di penghujung waktu

Begitu ghaibnya 
Menebak ciuman kekasih
Yang ke tiga belas,

Sidoarjo, 31/12/12

Cerita Tutup Tahun


Mungkin suatu hari aku beranikan  datang kepadamu
Setelah sekian waktu kebisuan melindap bayangmu yang telaga
Lama ku abai

Seharusnya aku pulang
kembali ke balik bukit
Menemuimu dengan ketelanjangan kanak-kanak

Di mana aku menjelma aku
bukan keterasingan tubuh  yang entah

Kutinggalkan riuh kota
Penari bertopeng
Gemerincing perak
Bulan luka

Seharusnya aku beranikan kembali datang kepadamu
Rebah di dadamu yang randu
Menemui jalan pulang
Di mana segala kedamaian bermukim
Dan menjadi aku-mu

Sidoarjo 25/12/2012