Sabtu, 19 Oktober 2013

Balon

aku menggengam erat
utas balon biru yang kita isi
dengan udara kepercayaan

awas, angin peragu
ia bisa menerbangkan balonku

atau jarum prasangka
yang menusuk halus
meletuskan balonku

tak ada tukang tambal balon keliling
seperti tukang jahit keliling

jadi biarkan
Aku menggengam
utas balonku erat-erat

Sidoarjo, 20/10/2014

Telaga

telaga itu tak mampu
menampung kemarau
dari musim yang mencekik sengit

rimbun pohon telah berlalu
menyisakan ranggas dahan

guguran daun
berserak atas tubuhnya

pada laci langit ia mentipkan pesan
sebelum surut air kenangan

Hujan yang pergi
takkan membawa gundul batin

telaga tetaplah telaga
ia sedekapkan segalanya kepada sang waktu

Cacing

Biarkan aku berkalang tanah
menggemburkan cinta dengan igauan

pesta telah usai
musim sembilan akan berujung


di pekur sesal
tak sudah-sudah

Sidoarjo 22/9/2013

Tak Ada yang Lebih Hujan dari September

tak ada yang lebih hujan dari September
ia menggugurkan semua daun

barisan awan hitam
menggulung langit kota

tanpa obor sehangat langit bolong
dan kerinduan ciuman purnama
bercerita di bawah bayang bulan bengkok

dan jejak kakimu terhapus hujan
aku mencari sepanjang jalan
barangkali masih menyisakan satu
tak kutemu

hanya bangku taman
kehilangan sepasang kakinya

burung-burung tercabut helai bulunya
menggigil di tepi waktu

tiada yang lebih pedih
selain kehilangan cinta September
tubuh pohon pun rubuh

lambaian daun perpisahan
kematian yang maha panjang

dahan rapuh
tak menampung banjir sungai air mata

tak ada yang lebih hujan
dari september

Sidoarjo, 19/9/2013

puisi

Padepokan Puisi

Padepokan Puisi

Engkau tak pernah karnavalkan abjad-abjad
cukup jurus pendekar akrobatik kata
berjumpalitan di udara semesta

menapak kuat kuda-kuda kaki
menyentuh tanah bumi

lalu kau tempa dalam kitab langit
titah Sang Maha
guru yang tak usai untuk di puisikan

agar kelak kita mendarat selamat
sampai tiba ke tujuan

Sidoarjo. 6/9/2013

Puisi-Lumut

Lumut

dari samadi hening
Lumut tak hendak 
lepaskan tangannya dari batu
.
pancuran menumbuhkan spora
merimbunkankan hijau hati
kekalkan rumah jiwa

Sda 18/10/2013



lumut

Pada kolam kering itu
batu melepaskan tangan lumut
mata langit tak lagi menampung
di jernih bayangan


Sda 2013