1/
Waktu demikianlah
Yang katamu bisa menjawab semua tanya
Tentang keberangkatan sampai kepulangan
Bukankah hari selalu tanggal pada angka
Sampai hunian 30, bulan yang luntur
Dideret 12 Desember, sederetan mimik wajah menghiasi
Tahun membawa masa
Abad
Bilangan berganti
Apa waktu itu begitu abadi?
2/
Keberangkatan mulai ditiup nafas ruh
Tanpa kau bisa tahu kapan kedatangan adamu
“ Kunfayakun “, atas ijin Maha abadi
Raga dan jiwa bersinergi
Dan waktu sekedar legitimasi penanda
Apa ia, sebagai segala jawaban ?
3/
Mulai jam pasir bergulir
Mengekor bayang matahari dan bintang
Lagi lagi waktumenghitung usia ranah perjalanan
Padahal bukan lama atau sebentar
Pendek dan panjang episode pengembaraan
Tapi lebih dari sekedar itu
Melukis lembaran kanvas almanak mozaik hitam dan putIh
Mencari gradasi warna yang akan kita usung waktu kembali
Hakikat abadi itu, bukan waktu !
( Sidoarjo, 21 Desember 2012 )