Minggu, 23 Desember 2012

Cobek Ibuku


Seluas pinggan cobek
Dada ibu mengulek sambal
Ulekan menggerus halus
Ramuan pedas cabai
Kecut tomat
Aroma harum sengak terasi

Ah, ibu cecap berulang paduan menjadi harmoni
Seluas laut keikhlasanmu
Berujung nadir nasib
Tanpa merasa hatimu terbelah
Engkau tekun memunguti remahan rasa
Di antara dinding batu diam
Sejarah  Siti Hadjar
Dan wanita wanita perkasa sesudahnya

Ibu
Setiap pagi kunikmati nasi liwet hangat
Bersama sepiring lauk dari biji matamu

Secobek sambal di belah dadamu
Asup kasihmu

Nikmati, nikmati anakku, sekepal nasi tanak tunggku
Tak perlu takut bara arang !

injak, injak kaki ibu
sebagai alas kakimu
Tak usah mengaduh terbakar !

Ah, ibu
merenangi cobek sambal 
Di lautan dadamu
Segala berujung langit keihklasan
Segala berpilar di dengung doa-doamu
Tak menyulutkan nyalang semangatmu
Menyajikan sepinggan cinta tanpa luka

Sidoarjo, 22 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar