Seribu kecamuk
memukul dinding batin
lindap kenangan sempurnakan wujudmu
kucur luka,
memedih jiwa
Waktupun berhenti
pada kekosongan nisbi
merenungi segala laku atasmu
betapa diri menjelma duri
Izinkan kembali mengetuk pintumu
meleburkan semua sesal
mengucap makna setia
Sidoarjo 27/2/2013
Rabu, 27 Februari 2013
Sabtu, 23 Februari 2013
Usai Pesta
Akupun tersekap
Akan kenangan anggur
Dalam kemabukan
Tak bisa kubedakan
Pesta telah usai
kekinian hanyalah reruntuhan mimpi
musim yang pergi
Sda 24/2/13
Akan kenangan anggur
Dalam kemabukan
Tak bisa kubedakan
Pesta telah usai
kekinian hanyalah reruntuhan mimpi
musim yang pergi
Sda 24/2/13
Percakapan hening
Kesetiaan adalah sebaris petaka
saat aku menemukan cakrawala
dermaga jadi lukisan abstrak
di balik dinding jiwa
.................................................
Dahan yang patah
mengeja kesetiaan
jika kelopak sudah menguncup
biarkan perih berkawan
Selamat tinggal cakrawala
pernah kumenghitung awan riang
di kala siang
Dan kutengadahi malam yang rembulan
.........................................................................
Langit di dadaku cacat oleh rindu
bolong merah jambu
lemparan tombak yang telat waktu
luka membatu kucur darah beku
...........................................................................
Danyang dan lelembut menggetarkan laharmu
Gunung begitu rimba
menghalimun ribuan misteri
sebelumnya bukan begitu
jika harus tiba di ujung jalan tanpa titik temu
Usah berkilah
Tak ada pertemuan yang abadi
................................................................................
Cinta adalah cangkang telur
yang pecah menetaskan seekor burung
terbang mengarungi cangkang langit
( terbanglah tanpa batas, bila kepak sayapmu harus pulang )
Februari, 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
م
( Mim )
Sebuah abjad menyala
di belahan bumi yang jauh
tempat perahu berlabuh
Dari daratan yang lain
aku menginginkan angin
agar layar dalam jiwa
mengembang dan berlayar kesana
Ingin kuamini
pertemuan langit dengan bumi
sebagai kiblat abadi yang tak terhalangi
Mengukir nama di setangkup senja
tak mengenal kata sia-sia
Rok, Februari, 2013
di belahan bumi yang jauh
tempat perahu berlabuh
Dari daratan yang lain
aku menginginkan angin
agar layar dalam jiwa
mengembang dan berlayar kesana
Ingin kuamini
pertemuan langit dengan bumi
sebagai kiblat abadi yang tak terhalangi
Mengukir nama di setangkup senja
tak mengenal kata sia-sia
Rok, Februari, 2013
Puisi Pertengahan Februari
Roh Yang Jauh
Sering kuimpikan ombakmembawa
tepian perahu rindu
sampai ke tanah jiwamu
Roh!
badai telah jauh menyeretmu ke rimba lautan
kuhilang pendulum
hilang kiblat
hanya tersisa kenangan senja
kupahat di kening karang
Februari 2013
Benak Kabut
kaki kecil hujan hendak menjuntai di pelataran taman
pada bait ia merinai kidung
berpapasan kabut
yang selalu melagukan tentang malam di ujung matanya
Ia baru menyentuh ujung kuku rintiknya
lompatan umpatan keluar dari lendir yang seharusnya embun
Rupanya bayangbayang ilusi
meghenyak jiwa yang lebam
entah karena entah
Februari 2012
Bait Ungu
Engkau telah kupahat jadi embun
menggantung di dahan jiwaku
memantulkan cahaya bintang
yang menyemburkan bening
pada keruh gaduh semestaku
Februari 2012
Moksa
Aku berumah dalam hujan
menganyutkan segala jejak
yang tercetak di halaman jiwa
ingin raib bersama awan
jauh ke ujung malam
Feb 2013
Cermin Lilin
Lilin mematut diri di depan cermin
memahat batang tegak
meleleh Khusuk api
maklumati jalan angiin
Lilin mematut depan cermin
lesatan cahaya
sunar temaram
Jalan salam
di kesementaraan nisbi
Februari 2013
Minggu, 03 Februari 2013
Puisi Awal Februari
Ciuman Rembulan
Malam sulit di lupakan
Gigil udara , derak hujan
percakapan biru, langit sepi
Menguak kerinduan yang pecah
Angin gagap, datang menyergap
Detakan dada, gemetar terbakar
Kejutan ciuman rembulan
Sepenggal daun yang rubuh
menjelang subuh!
Sda, Februari 2013
Kunci Jiwa
Aku menemukan senja
Pada ufuk jingga, matamu
Mengantarkan kelip cahaya
Sebelum leleh menjadi malam
Dan kusebut engkau kekasih
Dimana wajahmu adalah kegaiban
dari segala yang bernama misteri
Jika suatu hari
Gerbang waktu terbuka
kita berpasangan sebagai kunci jiwa
Sda, Februari 2013
Ritual
Aku datang kepadamu seusai keramas jiwa
tapi aku tak memintamu mandi bunga
Aku suka aroma rambutmu
yang menghamburkan teduh
Bukan parfum!!
Sda, Februari 2013
Memintal Imaji
:Asrining Nurfauzie
Jendela itu, selalu terbuka
mengetuk lembut bibir jiwa
Pada rumahmu yang pelangi
kumenemu jutaan cahaya
Mengaliri sungai kata kata
Menjelma barisan kunang-kunang
benderang nyala, beranda tamanmu
penuh lukisan sajak purnama
Menyeret langkahku singgah
mengusung kesepian tunggal
berharap kelak malamku menjadi rembulan,
bersamamu
Memintal imaji
Sidoarjo, 26/1/2013
Di Sepertiga -Mu
MenemuiMu di sepertiga malam
Menggenapkan keutuhan rasa yang terlampau ingin.
Di selembar sajadah kuluruhkan istighfar yang panjang
Ampuni ya Robb
Aku cinta Engkau
Di segala yang berbatas...
Sda, 1/2/13
Menggenapkan keutuhan rasa yang terlampau ingin.
Di selembar sajadah kuluruhkan istighfar yang panjang
Ampuni ya Robb
Aku cinta Engkau
Di segala yang berbatas...
Sda, 1/2/13
Langganan:
Postingan (Atom)