Roh Yang Jauh
Sering kuimpikan ombakmembawa
tepian perahu rindu
sampai ke tanah jiwamu
Roh!
badai telah jauh menyeretmu ke rimba lautan
kuhilang pendulum
hilang kiblat
hanya tersisa kenangan senja
kupahat di kening karang
Februari 2013
Benak Kabut
kaki kecil hujan hendak menjuntai di pelataran taman
pada bait ia merinai kidung
berpapasan kabut
yang selalu melagukan tentang malam di ujung matanya
Ia baru menyentuh ujung kuku rintiknya
lompatan umpatan keluar dari lendir yang seharusnya embun
Rupanya bayangbayang ilusi
meghenyak jiwa yang lebam
entah karena entah
Februari 2012
Bait Ungu
Engkau telah kupahat jadi embun
menggantung di dahan jiwaku
memantulkan cahaya bintang
yang menyemburkan bening
pada keruh gaduh semestaku
Februari 2012
Moksa
Aku berumah dalam hujan
menganyutkan segala jejak
yang tercetak di halaman jiwa
ingin raib bersama awan
jauh ke ujung malam
Feb 2013
Cermin Lilin
Lilin mematut diri di depan cermin
memahat batang tegak
meleleh Khusuk api
maklumati jalan angiin
Lilin mematut depan cermin
lesatan cahaya
sunar temaram
Jalan salam
di kesementaraan nisbi
Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar