Sabtu, 16 Februari 2013

Puisi Pertengahan Februari


Roh Yang Jauh

Sering kuimpikan ombakmembawa
tepian perahu rindu
sampai ke tanah jiwamu

Roh!
badai telah jauh menyeretmu ke rimba lautan
kuhilang pendulum
hilang kiblat
hanya tersisa kenangan senja
kupahat di kening karang

Februari 2013



Benak Kabut

kaki kecil hujan hendak menjuntai di pelataran taman
pada bait ia merinai kidung
berpapasan kabut
yang selalu melagukan tentang malam di ujung matanya

Ia baru menyentuh ujung kuku rintiknya
lompatan umpatan keluar dari lendir yang seharusnya embun

Rupanya bayangbayang ilusi
meghenyak jiwa yang lebam
entah karena entah

Februari 2012



Bait Ungu

Engkau telah kupahat jadi embun
menggantung di dahan jiwaku

memantulkan cahaya bintang
yang menyemburkan bening
pada keruh gaduh semestaku

Februari 2012



Moksa

Aku berumah dalam hujan
menganyutkan segala jejak
yang tercetak di halaman jiwa
ingin raib bersama awan
jauh ke ujung malam

Feb 2013


Cermin Lilin

Lilin mematut   diri di depan cermin
memahat batang tegak
meleleh Khusuk api
maklumati jalan angiin

Lilin mematut depan cermin
lesatan cahaya 
sunar temaram
Jalan salam
di kesementaraan nisbi

Februari 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar