Kutemui wajahmu menggurat
Dihamparan pasir, batu bata dan kapur
Sekop,cangkul, ayak dan sebaskom peluh
Sesekali kau seka dengan handuk yang melingkar bahumu
tatapan keras sekeras hidup yang kau lampoi
Dalam gempita gender yang suaranya panci rombengan
Entah gaungnya untuk siapa?
kutemui wajahmu
Ketika langit tepat diatas kepala
Mataharipun tega tak bersahabat
Menghentakkan apinya tanpa perduli
Sementara diluar sana
Perempuan memunguti wajahnya dicermin kepalsuan
Silikon, semakin menggenapi sesempurna Dewi
Kau tak pernah tahu aphrodhite, Hera ataupun apollo
Waktumu meluruh dalam kerasnya hidup
Besok ada pengganjal buat sang perut
Kutemui wajahmu diantara laki-laki
Koral yang menyanggah langkahmu
Berbisik lewat suara blower
Bahwa hidup harus ditaklukan !
( Sidoarjo 6 Juni 2011 )


