Senin, 04 Juli 2011

Puisi : Anakku

Risau menyibak kelu
Menatap gundah langit yang hendak kau rajut, nak....
Engkau sudah tunjuk satu bintang
 Bersebrangan dengan mimpi bundamu
Sedang sebayamu  masih bertualang menjaring mimpinya
melintasi cakrawala , mampir dari satu asteroid
Mengendari centaurus sampai nantinya  menuju " ALDEBARAN"

Tapi...engkau bukan tanah liat, anakku
Yang bisa kubentuk seperti mauku
Kosdorkon pemikiranku dan kupaksa mengikutiku
Apa jadinya nanti,
Pualam yang tak selesai
Perih langit yang tak sampai

Engkaulah milik " Sang Hidup ",
Kuasa dan kasih  tanganNya akan menyambut langkahmu
Dan kau berlari bagai bentangan neutron
Di titik  rotasi yang kau pilih
Menapaki fotosfera dan-medan medan penghalang
Memetik bintang yang paling cemerlang
Di seluruh galaksi raya

( Sidoarjo,3 Juli 2011 )






Tidak ada komentar:

Posting Komentar