Menatap gundah langit yang hendak kau rajut, nak....
Engkau sudah tunjuk satu bintang
Bersebrangan dengan mimpi bundamu
Sedang sebayamu masih bertualang menjaring mimpinya
melintasi cakrawala , mampir dari satu asteroid
Mengendari centaurus sampai nantinya menuju " ALDEBARAN"
Tapi...engkau bukan tanah liat, anakku
Yang bisa kubentuk seperti mauku
Kosdorkon pemikiranku dan kupaksa mengikutiku
Apa jadinya nanti,
Pualam yang tak selesai
Perih langit yang tak sampai
Engkaulah milik " Sang Hidup ",
Kuasa dan kasih tanganNya akan menyambut langkahmu
Dan kau berlari bagai bentangan neutron
Di titik rotasi yang kau pilih
Menapaki fotosfera dan-medan medan penghalang
Memetik bintang yang paling cemerlang
Di seluruh galaksi raya
( Sidoarjo,3 Juli 2011 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar