:Asrining Nurfauzie
Jendela itu, selalu terbuka
mengetuk lembut bibir jiwa
Pada rumahmu yang pelangi
kumenemu jutaan cahaya
Mengaliri sungai kata kata
Menjelma barisan kunang-kunang
benderang nyala, beranda tamanmu
penuh lukisan sajak purnama
Menyeret langkahku singgah
mengusung kesepian tunggal
berharap kelak malamku menjadi rembulan,
bersamamu
Memintal imaji
Sidoarjo, 26/1/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar