Minggu, 23 Desember 2012

Gerimis Desember


Ada yang hilang di tangkai hari
Saat tak kutemui wangi sapamu

Kota kota tua telah kehilangan penghuninya

Gerimis merinai tak henti
Bangku taman yang basah
Bercerita tentang ranah kesepian

Desember begitu hening
Udara dingin menyapukan kepergian

Lalu angin berhembus, jatuh di pias wajahku
Bercampur hangat sisa air mata
Air mata luka dan kepasrahan

Kota kehilangan penghuninya

Barangkali karena namamu yang lekat di jagat batin
Abadi mengalir sepanjang nadi darahku
Tumbuh merimbun semua titik pori

 Kabut begitu abadi
Segala manis reguk khuldi

Dan kulihat
Wajahmu di mana mana


Sidoarjo 11 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar