Ada yang hilang di tangkai hari
Saat tak kutemui wangi sapamu
Kota kota tua telah kehilangan penghuninya
Gerimis merinai tak henti
Bangku taman yang basah
Bercerita tentang ranah kesepian
Desember begitu hening
Udara dingin menyapukan kepergian
Lalu angin berhembus, jatuh di pias wajahku
Bercampur hangat sisa air mata
Air mata luka dan kepasrahan
Kota kehilangan penghuninya
Barangkali karena namamu yang lekat di jagat batin
Abadi mengalir sepanjang nadi darahku
Tumbuh merimbun semua titik pori
Kabut begitu abadi
Segala manis reguk khuldi
Dan kulihat
Wajahmu di mana mana
Sidoarjo 11 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar