Bila saja aku padamkan tungku jiwa
Membuangnya menjauhi keinginan
Begitu sulit memendam dusta
Apakah ia akan sampai kepadamu
Kebisuan ini detik jam yang diam
Sedang namamu lekat di langit batinku
Mengental di aliran darah
Sedang pengingkaran jatuh di sudut atasmu
Angin meniupkan lengang halimun
Embun berai di tangkai daun
Padahal hujan setia menimang musim
Seharusnya kunikmati keajaiban demi keajaiban kasih
Menadahi perasaan bersyukur
Bukan menjadi sebuah penolakan
Mematikan seluruh rasaku
Betapa sulit menjadi kejam
Bayanganmu menari nari
Memberaikan segala kecamuk batinku
Sidoarjo, 15 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar