Gurita menggoreskan tintanya
di selembar kanvas langit
Berharap aku jauh dari tepi ombakmu yang riak
padahal perahuku sudah leluasa menyusuri hamparan biru
Langit telah berwarna merah saga
tunggu saja sebentar lagi badai akan mengepungku !
Roboh oleh gempuran angin yang bertabrakan dari dua penjuru
Menjadi beliung yang berpusing di kejauhan
Dan kau menjelmakan ufuk diantara karang
yang tak roboh gempuran gempa
Sidoarjo 11/1/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar