: Dik AW
Kalau saja kau paham
Kalau saja kau paham
Keranda kereta itu menjadi hitam
Sehitam darah tubuhku
Begitu rasanya memikul dosa
Pada syak yang tak
adil atasmu
Aku telah menjadi Durga
Kusodorkan anggur beracun, di talam cinta
Cawan berenda, tempat jantungmu dan jantungku mengalir
Atas darah yang sama, atas jiwa yang sama
Berbuku-buku niskala
menghujan
Dari cuaca tetirah laku pejalanku
Terlalu banyak kabut yang membawa salah jalanku
Ndaa
Ampuni daku
Tusukan pedang penyesalan mengalgojoku
aku telah salah
menitipkan hati kepada lubukmu
Luka , yang kusiram cuka perih tubuh
Apakah sanggup
melihat wajah luka cintaku?
Aku tak sanggup.
Ndaa
Apa yang lebih pantas atasku
Selain kematian , dalam sepi tanpa kremasi
( Sidoarjo, 4/3/2012 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar