Senin, 05 Maret 2012

Ode


: Dik AW

Kalau saja kau paham
Keranda kereta itu menjadi hitam
Sehitam darah tubuhku
Begitu rasanya memikul dosa
Pada syak  yang tak adil atasmu
Aku telah menjadi Durga
Kusodorkan anggur beracun, di talam cinta
 Cawan berenda,  tempat jantungmu  dan jantungku mengalir
Atas darah yang sama, atas jiwa yang sama
Berbuku-buku niskala  menghujan
Dari cuaca tetirah laku pejalanku
Terlalu banyak kabut yang membawa salah jalanku

Ndaa
Ampuni  daku
Tusukan pedang penyesalan mengalgojoku
 aku telah salah menitipkan hati kepada lubukmu
Luka , yang kusiram cuka perih tubuh
Apakah  sanggup melihat  wajah luka cintaku?
Aku  tak sanggup.

Ndaa
Apa yang lebih pantas atasku
Selain kematian , dalam sepi  tanpa kremasi

( Sidoarjo, 4/3/2012 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar