RINDU
| Lalu,,
Adakah lagi yang lebih nelangsa ketika diri di dera sunyi
Sejauh senja terhampar tak ada jingga yang terpendar...
Dan,,
apalagi yang mesti ku tuliskan di hampar lazuardi mendungku ??
... Smua lembar diktat narasiku terkungkung dalam gelimang mendung
Terburai di rencah badai....
Morfosa wajahmu lindap di pelupuk rindu ku....
HUJAN
| Akulah gersang di mana hujan tak lagi bersahabat
Metafora dentingmu hanya sisakan bulir sajak yang terpelanting
Di beranda ini masih ku nikmati
Sisa kerling dari bulir yang menghujan di sudut bening telaga itu...
[ nda,,ingatkah saat air mata puitis kita merinai di malam sunyi,saat rindu bersua dalam getar suara ?? ]
| Lalu,,
Adakah lagi yang lebih nelangsa ketika diri di dera sunyi
Sejauh senja terhampar tak ada jingga yang terpendar...
Dan,,
apalagi yang mesti ku tuliskan di hampar lazuardi mendungku ??
... Smua lembar diktat narasiku terkungkung dalam gelimang mendung
Terburai di rencah badai....
Morfosa wajahmu lindap di pelupuk rindu ku....
HUJAN
| Akulah gersang di mana hujan tak lagi bersahabat
Metafora dentingmu hanya sisakan bulir sajak yang terpelanting
Di beranda ini masih ku nikmati
Sisa kerling dari bulir yang menghujan di sudut bening telaga itu...
[ nda,,ingatkah saat air mata puitis kita merinai di malam sunyi,saat rindu bersua dalam getar suara ?? ]
12/3/2012/luca
wisnu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar