Sabtu, 17 Maret 2012

Puisi


RINDU

| Lalu,,
Adakah lagi yang lebih nelangsa ketika diri di dera sunyi

Sejauh senja terhampar tak ada jingga yang terpendar...

Dan,,
apalagi yang mesti ku tuliskan di hampar lazuardi mendungku ??

... Smua lembar diktat narasiku terkungkung dalam gelimang mendung

Terburai di rencah badai....

Morfosa wajahmu lindap di pelupuk rindu ku....



HUJAN


| Akulah gersang di mana hujan tak lagi bersahabat

Metafora dentingmu hanya sisakan bulir sajak yang terpelanting

Di beranda ini masih ku nikmati

Sisa kerling dari bulir yang menghujan di sudut bening telaga itu...

[ nda,,ingatkah saat air mata puitis kita merinai di malam sunyi,saat rindu bersua dalam getar suara ?? ]


12/3/2012/luca wisnu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar