Islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia. Islam tidak memandang perempuan semata-mata sebagai mawar yang harumnya memberikan kenikmatan saja. Melainkan makhluk yang berakal, berpikir dan punya pendapat.Islam telah menempatkan prinsip-prinsip persamaan gender. Memang kaum laki-laki adalah pemimpin keluarga, karena laki-laki dituntut untuk melindungi dan menafkahi perempuan. Sementara kaum perempuan disuruh mentaati dengan cara yang benar. Tetapi kedudukan perempuan dan laki-laki dipandang sama seperti dalam firman Allah SWT
" Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikanmu berbangsa-bangsa serta bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesengguhnya yang mulia disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahu dan Maha mengenal. ( Qs Al Hujarat 49:13 )
Perempuan bukanlah makhluk yang lemah. Merujuk dari kisah-kisah perempuan perkasa. Keagungann dan kemampuannya mengemban urusan-urusan besar. Ibunda para utusan Allah yang ditempatkan di bumi untuk memperbaiki Akhlak manusia.
1. Kisa tentang Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail. Ketika beliau dan bayi Ismail ditinggalkan suaminya Nabi Ibrahim di sebatang pohon besar ditengah gurun antara bukit Shafa dan Marwah. Dengan hanya membawa perbekalan sedikit. Ketika nabi Ibrahim dalam perjalanan menuju Syam. Ia berdoa dan memohon kepada Allah
" Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menempatkankeluargaku disebuah lembah yang tidak ditumbuhi tanam-tanaman. Di rumahMu Baitullah yang dihormati. Ya Tuhan agar mereka mendirikan sholat dan jadikanlah hati-hati manusia cenderung kepada mereka. Dan berikanlah mereka rejeki dari buah-buahan . Mudah-mudahan mereka bersyukur (QS Ibrahim 14:37)
Ketika perbekalan habis mulailah bayi Ismail menangis karena kelaparan dan kehausan. Dipandang perbukitan Shafa oleh Siti Hajar mengharap ada oase disana. Berlarilah Siti Hajar menaiki bukit Shafa, sesampai disana ia tidak menemukan sumber air. lalu dipandanglah Bukit Marwah. Berlari ia mencari mata air. Tujuh kali sampailah ia kelelahan. Istirahat dan berhenti. Ismail menangis dan meronta-ronta kakinya dihentakkan di tanah. Subhanallah. atas kebesaran Allah memancarlah sumber mata air zam-zam dari hentakan kaki anaknya itu. Segerahlah ia minum dan setelah itu baru menyusui anaknya. Dari cerita di atas betapa perempuan sanggup menanggung penderitaan dari perkara yang besar.
2. Kisah ibunda Nabi Musa, Di Mesir pada Zaman penguasa Zalim Firaun mengeluarkan perintah untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Allah membisikkan kepada Ibu Nabi Musa untuk menghanyutkan anaknya di sungai nil dalam suatu peti. Allah SWT berfirman
" Dan kamu ilhamkan kepada ibu Musa, susuilah dia. Dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkan ia kesungai Nil. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah lamu bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikan kepadamu dan menjadikan salah seorang dari para rosul ( QS Al Qoshash 28:7 ) "
Bayi Musa dihanyutkan disungai nil dan menepilah ia ditempat tinggal Firaun. Para budak menemukan dan memberikannya kepada Ratu atau isteri Firaun. Ketika melihat bayi Musa, Allah menjadikannya mencintai bayi itu. Ratu memohon kepada Firaun untuk memelihara dan mengangkat bayi itu sebagai anaknya. Sampai pada waktu menyusui, ia memanggil pada para perempuan yang baru melahirkan untuk menyusui. Tapi tidak ada yang berhasil menyusuinya. Akhirnya tiba giliran pada ibu Musa. Akhirnya bayi itu mau menyusu sampai kenyang. Akhirnya selama masa menyusui Musa tinggal bersama ibunya kandungnya. Wanita mana yang mau melakukan pengorbanan dengan menghanyutkan ke sungai. Ini suatu bukti bahwa perempuan sanggup memikul penderitaan untuk perkara yang besar
3. Kisah Maryam, putra Imran yang rajin beribadah dan beriktikaf. Ketika tengah beribadah ia dikejutkan dengan seseorang yang datang kepadanya. Ia membawa firman Allah
" Dan beritakanlah kisah Maryam dalam Alquran ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat disebelah timur maka kami mengadakan tabir yang melindunginya dari merekalalu kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dalam bentuk manusia yang sempurna. Maryam berkata sesungguhnya aku berlindung kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah. Ia ( Jibril ) berkata, sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. Maryampun berkata, bagaimana akan ada anak laki-laki sedang tiada satu orang manusiapun yang menyentuhku. Dan aku bukan seorang Pezina, Jibir berkata, Demikian Tuhanmu berfirman Jal itu mudah bagi-Ku, dan agar kami dapat nebjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami dan itu adalah suatu perkara yang mudah diputuskan " QS Maryam19 : 16-21 )
Segera Maryam menjauhkan diri dari manusia, ketika saat melahirkan tiba dibawa pohon kurma. Ia takut kelaparan dan kehausan. Tapi Allah telah menyediakan kurma dan sungai jernih untuk minum. Dan ketika Maryam takut menghadapi kaumnya, Malaikat menyuruhnya diam dan membiarkan bayi Isa al masih yang berbicara. Didalam perkataan anaknya ada mukjijat. Cukuplah bukti keberhasilan perempuan dalam mengemban perkara-perkara yang besar.
Didalam Islam telah ditunjukkan betapa perempuan telah menunjukkan ekstensinya. Persamaan Gender sudah diperlihatkan oleh sejarah antara lain :
1. Pada zaman Rosulullah, sebelum berangkat perang nabi mengumpulkan para sahabatnya untuk bertukar pendapat. Isteri-isteri para sahabatpun diminta ikut menghadirinya dan didengar pendapatnya. Inilah bukti bahwa Rosulullah menghargai pendapat seseorang. Tak pandang laki ataupun perempuan.
2. Siti Aisyah RA, beliau merupakan panglima perang wanita yang memimpin 3.000 pasukan ke Basrah untuk memgembalikan kepemimpinan pada musyawarah diantara kaum muslimin pada pemerintahan khalifah Ali bin Abu talib.
3. Umar Bin Khatab mengangkat salah seorang perempuan untuk menduduki jabatan pengawas keuangan yaitu Al-Syifa binti Abdulah. Betapa kedudukan perempuan sudah diperhitungkan dalam kepemimpinan di zaman sahabat nabi.
Dan banyak lagi tokoh perempuan yang menunjukkan kiprahnya.
Demikian catatan ini semoga bisa menjadi wacana bahwa dalam Islam perempuan menempati kedudukan yang penting yang tidak pernah terjadi sebelumnya
Bangunlah wahai kau perempuan.....
Kau bukan sekedar mawar merekah
Yang harumnya hanya sesaat lalu menghilang.
Kau adalah sejarah tak terbantahkan
Tegar dan kuat seperti pilar Syurga
Bangunlah wahai kau perempuan
Kau bukan sekedar penikmat sesaat
Kau adalah Benteng suatu bangsa
Jika akhlakmu rusak
Rusaklah suatu bangsa
Bangunlah wahai kau perempuan
Tunjukkan potensi dan ekstensimu
Bukan dengan ragawi yang kau miliki
Tapi dengan taqwa dan kecerdasan otakmu
Serta kejernihan akhlakmu
Bangunlah Wahai kau perempuan
Kau adalah mawar yang merekah sampai harumnya mencapai Syurga
( Sidoarjo, 20 April 2011)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar