Sering kita menganggap tertawa itu suatu hal yang biasa. Suatu luapan ekspresi dari bahasa tubuh kita untuk mengungkapkan suatu kegembiraan, atau reaksi spontan melihat hal yang lucu. Padahal setiap kita tertawa lepas 15 otot wajah bekontraksi. Bahkan dengan tertawa dapat merangsang bagian otak depan, tengah sampai hipotalamasus. Tertawa juga bisa mempercepat penyembuhan penyakit. Tertawa juga dapat menghambat aliran kortisol, hormon stres yang dapat menyebabkan peningkatan darah dan menurunkan sistim kekebalan tubuh. Artinya tertawa dapat meningkatkan sel-sel pembunuh alamiah seperti gamma interferon, sel T dan sel B yang membuat antibodi pembunuh kuman penyakit. Tertawa juga bisa merangsang batuk dan yang membantu membersihkan saluran napas. Saat tertawa terjadi peningkatan kosentrasi IgA yang terdapat pada air ludahyang melindungi tubuh dari organisme yang masuk melalui saluran pernapasan.
Tertawa 1 menit ternyata sebanding dengan
bersepeda 15 menit. Tekanan darah menurun terjadi peningkatan oksigen
pada darah, otot, dada berkontraksi juga kaki dan punggung. Setelah
banyak tertawa kita kadang merasa lelah, seakan baru saja melakukan
aktivitas aerobik.
Selain aktifitas fisik yang kita rasakan
dari manfaat tertawa. Kita juga merasakan aktivitas jasmani. Setelah
tertawa perasaan sedih, marah dan takut akan menurun bahkan hilang.
Sehingga tubuh merasakan pengaruh positiv.
Tertawa bukan
hanya bisa sebagai reaksi biologis. Tertawa bermanfaat juga sebagai
reaksi sosial. Dengan tertawa akan semakin mempererat hubungan antar
kelompok. Tertawa membuat rileks dan pertemanan menjadi terasa lebih
indah. Jadi tertawa juga bisa menjadi ibadah.
Sekarang marilah kita belajar tertawa dengan jujur. SEPERTI PESAN SPONGEBOP " TERTAWALAH SEBELUM PITA TERTAWAMU RUSAK ".
HA...HA....HA....HA....HA....
Sidoarjo, 3 Mei 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar