Jumat, 31 Agustus 2012

Rumah Telur

Pernah ku bertanya pada tuhan
Mengapa takdir tinggal di rumah telur ?
Piatu jendela

Piatu pintu
Dunia sebatas cangkang

Cemburui kupu kupu
Terbang kibas sayap cantiknya
Mengangkasa hinggap satu ke lain bunga

Cemburui juga siput
Pelan dan pasti bergerak membawa rumah cangkangnya semau hati

Sampai suatu hari
Ada suara halus mengetuk dinding dinding bisu

" Hai kau punya sesuatu di tempurung kepalamu "
Masukilah!
Masukilah!

Bertualanglah!
Berualanglah !

Tambahkan ramuan imajinasi
Kau akan menjadi kekupu kembara

Ya, ya, ya
Betapa kulupa
Bahagian tubuh adalah komponen
Paling sempurna
Piranti sang Maha

( Sidoarjo, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar