Senin, 27 Agustus 2012

Laut

Kusebut dirimu laut
Membiru refleksikan langit
Balutan awan selalu menggelisahkan getar
Tatapan sehijau lumut
Menghablur warna mata batin
Intuisi selalu menujumu

Kusebut dirimu laut
Saat kaki cakrawala menyentuh ujung batas
Garis fajar dan garis senja
Dimana menemu persuaan
Kekasih puisi abadi

Kusebut dirimu laut
Menyelami dasar adalah kerahasian
Keghaliban Sang Maha
Kusandarkan segala tumpah rindu dan cinta
Padamu laut
 
( Sidoarjo 2012 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar