PENARI HUJAN
Oleh: Kang Riboet Gondrong, Puteri Salju Rahysta, Among Raga, Fevi Machuriyati,
Ayano Rosie, dan Neny Isharyanti
Pada sebaris gugus hujan,
aku menemuimu dalam riuh
dedaunan yang disapu angin
melantunkan tembang kasmaran
kerinduan pada dahan dan akar
bermekaran bebunga di taman
bersama kumbang kelana
menanti embun di fajar hari
bersama ceria mentari menyinari
batang-batang pohon cemara
ranting ranting kelana
--- aku terpesona
kaki-kaki hujan yang lincah
mengukir percik, mengikuti irama
hujan yang cantik,
rindu menggelitik
mengusik bisik yang berisik
menabur rindu dalam hitungan detik-detik
yang terlewati,
menyusun waktu
menyimak gerak jemari
hentikan geriap
pada akhir derap
Denting hujan
Mengembunkan kenangan
Sebentuk morfosa wajah yang lindap
Di rindu paling biru
Pigura waktu begitu kental
Senyummu terpahat lipatan kelam
Rindu ini semakin jelaga
Hujan dan bayangmu
menari nari, berkecipakan
di antara rinai derai hujan
mengecup cemara
mengembunkan harap
dan nyanyian sendu sang daun hujan
menyelimuti dalam kenangan
membuyarkan indah damai
saat kenangan menari di pelataran hati
bersama indah sampur merah hati
gemulai lincah
membangunkan gundah
Dan engkau, penari hujan itu, terhempas dalam gericih gerimis gigil hati
Oh, perih!
Pekalongan-Hong Kong-Malang-Sidoarjo-Makassar-Salatiga
6-8 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar