Menderas cahaya gumintang, di antara ujung pedang
Setelah cawan kemabukan menjadi candu
Cerita Laila dan Qais
Tertawan kerahasiaan langit
Mei berukir harap
Luluh di sudut bintang
Juni , rindu tembikar
Berkilat asah
Menyatu ku -mu pada cahaya
Juli, angin mengaburkan cuaca
Agustus, kesetiaan bumerang
Mengubur cinta , mencoba
Kembali kepada pintu
September, kelabu
menghablur hampa
Oktober, Sunar temaram
Awan kenangan
Siluhet hitam masih terenda manis
Lekat pada lubuk paling biru
( Masih adakah taman itu ? )
Sidoarjo, Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar