Sabtu, 12 April 2014

Puisi Lumpur

Bukan Sodom dan gomorah
di kaki berantas
ketuban bumi
mengaliri mata sejarah
potret langit kota kelam
raib dari peradaban
hikayat sodom dan gomora
azab mengucur dari ribuan dosa
kaum luth yang terpanggang api dan ribuan batu
bukan kami!
ibukan kami!
Kami takut murka semesta
hamba tunduk
setia kepada kitab
kalam-kalam hakiki
ribuan surau, dalam ingatan
tempat kanak-kanak
menapak kaki
rajin sholat dan mengaji
tapi negeri ini sungsang
ladang penguasa menyihir
segala bencana jadilah berkah
catatan pekat
sejarah hitam
kegelapan mata air lumpur
sepanjang siring dan renokenongo
Sidoarjo. 2014

Puting Hantu
seperti puting hantu, gunung lumpur itu
mengejar tidur dan jagaku
dengan asap dan bau
orang-orang menyingkir
mengusung getir
menuju pinggir
juga anak-anak
di jalan-jalan berteriak
kehilangan halaman pijak
seperti puting hantu, gunung lumpur itu
menggemburkan pilu
sampai kapan waktu

2014

Bukan Ilusi
jangan kunjungi
aku sebagai wisata
sebab di sini telaga duka
bukan ilusi belaka
david copperfield di sini tak ada
meski berlusin-lusin desa
lenyap dalam seketika
lihatlah moncong mulut pipa
menyembur-nyemburkan bisa
seperti naga
kau tak cukup membelalakkan mata
sebab di sini aku sedang mencari “siapa”
dan harus “bagaimana”
hari-hariku adalah sungai luka
yang mengalir begitu saja
tanpa tahu di mana letak muara
2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar