Angel
Getah Ingatan
mengakar di pohon ruh
seperti puisi abadi
lekat dalam benak
mengakar di pohon ruh
seperti puisi abadi
lekat dalam benak
Sidoarjo, 2014
Lagu Hujan
dalam hujan
menatap wajah bulan
kaukah yang meletupkan malam?
hingga menjelma bara
menatap wajah bulan
kaukah yang meletupkan malam?
hingga menjelma bara
ingatan akan cakrawala
melebur geletar jiwa
yang terpasung
sampai reda hujan
Sidoarjo 2014
Mengikat Malam
setiap malam
daun itu memimpikan
bayang dewa bulan
jatuh dalam telaga
iketika cengkeram dahan
mengikat kuat bayang-bayang kehilangan
tak ada ruang yang tersisa
sekedar mengucapkan
wasiat sakral yang tersimpan
dalam rahasia abadi
daun itu memimpikan
bayang dewa bulan
jatuh dalam telaga
iketika cengkeram dahan
mengikat kuat bayang-bayang kehilangan
tak ada ruang yang tersisa
sekedar mengucapkan
wasiat sakral yang tersimpan
dalam rahasia abadi
Sidoarjo. 2014
muara peluk
( candi di Porong Sidoarjo )
seperti legenda
dewi laksmi, berabad abad
meyakini mata air sumber tetek
tak surut memencarkan tirta kesuburan
dari kedua putingnya
akan sampai kepada muara peluk
kekasihnya airlangga
seperti legenda
dewi laksmi, berabad abad
meyakini mata air sumber tetek
tak surut memencarkan tirta kesuburan
dari kedua putingnya
akan sampai kepada muara peluk
kekasihnya airlangga
Sidoarjo, 2014
Cerita Lembur
kesekian kali
menyiasati yang muskil
jarum bukan pompa ban
yang mengembungkan lekas berkas klem
masuk dalam kantong doraemon
seharian
menjelma mak Ijah, si tukang urut
barisan angka. membentuk bahasa
besok
mungkin berubah
jadi tukang linting tembakau
Sidoarjo,2014
Lembur Berjamaah
mengurut ujung benang
yang masih kusut
diurai berjamaah
januari kelar
februari datang
lekaslah terang
ya tuhan pasang lampu
dalam tempurung kami
amiin
mengurut ujung benang
yang masih kusut
diurai berjamaah
januari kelar
februari datang
lekaslah terang
ya tuhan pasang lampu
dalam tempurung kami
amiin
Sidoarjo, 2014
Myopi
kau tidak dapat mengukur
cahaya yang membelah jarak
jatuh diantara kedua pelupuk
mengusung kealpaan
ihwal pandangan
aku mencintaimu
seperti kacamata
yang menghalaumu dari lamur kabut
mempertegas dari yang tak nampak
maka kenakan aku
seperti kacamata usia
setia bertengger
di atas cuping hidungmu
kau tidak dapat mengukur
cahaya yang membelah jarak
jatuh diantara kedua pelupuk
mengusung kealpaan
ihwal pandangan
aku mencintaimu
seperti kacamata
yang menghalaumu dari lamur kabut
mempertegas dari yang tak nampak
maka kenakan aku
seperti kacamata usia
setia bertengger
di atas cuping hidungmu
Sidoarjo 2014
Sungai fantasi
Jika bulan hanyut
bukan salah pasang
karena siul ombak
membawa ikan kesepian
singgah pada teluk
menyusuri kelokan tubuhmu
di antara khusyuk batubatu
katak bernyanyi sepanjang musim
menyibak rahasia
sepasang pengantin
di atas sungai fantasi
Jika bulan hanyut
bukan salah pasang
karena siul ombak
membawa ikan kesepian
singgah pada teluk
menyusuri kelokan tubuhmu
di antara khusyuk batubatu
katak bernyanyi sepanjang musim
menyibak rahasia
sepasang pengantin
di atas sungai fantasi
Sidoarjo, 2014
Menjinjing matahari
tak utuh
tanggal satu-satu
menatap masa depan
matahari terbenam
di hutan bersalah
masih belum jauh
aku harus berbenah
kubangun kembali bukit harapan
di tanah masa depan
mendekapmu seluas semesta
sejuta rapalan mantera daun
kutiupkan di ubun-ubunmu
tanggal satu-satu
menatap masa depan
matahari terbenam
di hutan bersalah
masih belum jauh
aku harus berbenah
kubangun kembali bukit harapan
di tanah masa depan
mendekapmu seluas semesta
sejuta rapalan mantera daun
kutiupkan di ubun-ubunmu
Sidoarjo, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar