Sajak adalah sulursulur merapat
Biarkan ia tumbuh dalam jabat mendekap jiwa
Terumbu tumbuh terus di batin laut
Biarkan mengasin, di duka penyair
Tak usah pedang, tebasan mengundang badai
Apalah arti amuk , bila menyulut api
Garami, garami dengan sendawa perih
Bukankah cecap garam nyeri jubah peziarah
Ingat Sebelum magrib datang
Kepung dengan doa doa dan langit istighfar
Sajak bukan sekedar bunga kanthil
Apalah artinya bunga kanthil
Jika sekedar penabur makam
Hiaskan di kain cakrawala
Dan bebaskan sebagai merpati
Biarkan menetas sebagai pendulum kata-kata
Sidoarjo, 21 November 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar