Selasa, 03 Januari 2012

Cerpen.SURAT BUAT SAHABATKU

             
                        “ Neng. Aku tetap pada keykinanku.  “, suara sahabatku yang biasanya lembut menjadi bernuansa Srikandi.
                “ Walaupun onak dan duri menghalangi. Aku tetap memilih masku, seperti dirimu “, tegas sahabatku lagi

                Sahabatku.........
                Mengingatkan 16 tahun yang lalu. Ketika aku berkeyakinan dengan “ Laki-laki pilihanku “. Sungguh begitu lebar halangan yang aku tempuh. Depanku jurang, sebelah jurang sungai yng deras. Depan lagi ngarai. Coba bayangkan saja, apa kau bisa melewatinya??. Aku paham alasan menentangku
                Sungguh cinta bukan ilmu pasti  yang hasilnya sudah pasti. Teori relativitas einstein ternyata tak berlaku untuk cinta. Matematika cinta 2x2 tidak harus sama dengan empat. Cinta chemistry yang tidak ada penjelasan secara ilmiah. Ketika itu aku percaya pada kata hatiku, menjalani tanpa logika atau bertubi alasan  pertanyaan kenapa? Mengapa? Sebab apa?. Satu fokus bagiku Menuju satu muara “ Takdir “. Keputusan paling dewasa dari seorang AKU yang selalu kekanakan, implusif dan ekspresif.

                Tahukah engkau sahabatku, apa arti keputusan dewasa?. Keputusan yang membuat kau bertanggung jawab pada pilihanmu. Dengn segenap resiko dan konsekwensinya. Suatu kali kita dihadapkan pada keputusan yang tersulit. Bahkan harus menentang keputusan orang -orang tercinta. Sanggupkah kau memikul sendirian semua lakon hidupmu?. karena itu bagian dari arti KONSEKWENSI !

                Berkaca 16 tahun bukan seperti melalui jalan sutera yang segalanya halus dan mulus. Seperti melakoni cerita dengan skenario yang kita pilih. Bahkan kurun rentang waktu sekian tahun melahirkan banyak suluk. Dari suluk kamasutra, ramayana. Mahabarata bahkan suluk Srikandi sampai gatot kaca.  Berpuluh suluk yang lahir dari perjalanan waktu.

                16 tahun menyulam sutra. Semula jentik lalu larva berubah bentuk menjadi kempompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Baru,bayi kupu-kupu. Serupa rangkaian episode dari panggung permainan yang kita sulam. Dalam cerita lakon yang kita pilih,

                Sahabatku.........
                Kalau kau melihat penghalang dari orang-orang tercinta. Bukan berarti mereka tidak ingin melihatmu bahagia. Bahkan mereka ingin melihat hari-harimu selalu bertabur bahagia. Dengan orang yang tepat, dimana engkau sandarkan bahumu. Seperti adam yang menemukan rusuknya pada hawa. Begitu sebaliknya. Percayalah kekuatan keyakinanmu akan pilihan hidup harus engkau pertanggung jawabkan. Dihadapan Tuhan, dihadapan ayah bunda dan orang-orang tercinta.

                Ketika keyakinan sudah kau topang tongkatnya. Kau pasti tahu ia akan menuntunmu kejalan yang tak semua bisa indah dalam benakmu. Tak  seindah pada mimpi-mimpimumu. Siapkan jiwa raga untuk mengalami kejutan dari hal yang tak terduga....

                Sahabatku........
                Sekian dulu suratku. Teriring doa semoga hari-harimu bertabur bahagia. Sebentar lagi kau menuju gerbang takdir yang kau jalan. Jika memang dia yang terbaik untukmu semoga dimudahkan......

                                                                                                                Sahabatmu
PUTERI KERANG

Sidoarjo 3/1/2012                                                                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar