Sabtu, 27 Agustus 2011

Pualam Luka ( Puisi )

Cinta  menjerat pualam
Luka goresan Sang Penasbih
Durjana kala, berwajah satria
Luruh diatas kepingan lara
Mencuat air di sepasang bola mata
Diantara wajahnya yang mewortel
Hujan turun dari rahim berkalang sesal

Cinta  menjerat pualam
Kulai kelopak jatuh dinding mahkota
Api sucinya padam
Dinginkan beku hati
Bulir air tak berhenti di wajahnya
Sesal tak berkesudahan

Ranum pudar ditelan bumi
Pualam resah,
menjemput esok
Berkalung luka....

Bunga layu....
Sang Penasbih Cinta berlalu....
Ditelan gaung  nestapa.

( Sidoarjo, 25 Juni 2011 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar