Pagi.....
Hari ini bianglala masih berwarna abu-abu
Semburat merah, kuning, hijau sembunyi dibalik kelam
Membiarkan awan menumpahkan tangisannya
Pada beku jiwa yang muram
Barangkali masih ada waktu
Buat rajut waktu yang tersisakan oleh kesumat
Malam......
Bintang yang ada tak bisa kuundang
Terpuruk oleh sepi yang berselimut resah
Kematian jiwa ini begitu pedihnya
Kalau saja bisa kulemparkan hati hitam ini
Duhai.........
Kapan langkah pasti ini bsa terhenti
Sedemikian letihnya menanjaki tebing berbatu
Sampai habis semangat ruhku
Buat tinggal pada belantaraku
Untuk beranjak dari rasa sakitku
Aku sudah menghitam jadi abu.
Apakah aku sudah tiba pada neraka?
( Sidoarjo, 16 April 2011 )
Hari ini bianglala masih berwarna abu-abu
Semburat merah, kuning, hijau sembunyi dibalik kelam
Membiarkan awan menumpahkan tangisannya
Pada beku jiwa yang muram
Barangkali masih ada waktu
Buat rajut waktu yang tersisakan oleh kesumat
Malam......
Bintang yang ada tak bisa kuundang
Terpuruk oleh sepi yang berselimut resah
Kematian jiwa ini begitu pedihnya
Kalau saja bisa kulemparkan hati hitam ini
Duhai.........
Kapan langkah pasti ini bsa terhenti
Sedemikian letihnya menanjaki tebing berbatu
Sampai habis semangat ruhku
Buat tinggal pada belantaraku
Untuk beranjak dari rasa sakitku
Aku sudah menghitam jadi abu.
Apakah aku sudah tiba pada neraka?
( Sidoarjo, 16 April 2011 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar