Ibuku Bidadari paling sabar
Lewati pesta yang tak pernah ia kecapKala bapaku harus membagi hatiIbuku tetap menganyam cintanya buat bapakkuWalau rasa madu menjadi pahitGula-gula menjadi pahitCokllatpun jadi jamu yang tiap kali berasa ditiap tegukannyaIbuku selalu senyumMembuat harinya beraltar syurgaIbuku bidadari yang paling sabarTiap rapalan bibirnya adalah doaJadilah aku selalu dalam lindungNyaBerkah bahagia untukku dalam setiap langkahMantera mujarab bertabur keajaibanSesuatu nyata dan tak terbantahkanIbuku bidadari yang paling sabarSelalu membasuh keringat dan air matakuSesuatu yang tak pernah aku lakukan padanyaKaulah laut dari pelangi kesabaranCahayamu menyilaukan duniaIbuku adalah rahim dari ibunda perkasaKeagungan jiwanya sanggup memikul penderitaantujuh langitpun tak kuasa menatapnyaMatahari yang menyinari seribu abad musin penghujanOase di gurun yang kerontangBintang gemerlap dimalam gulitaKaulah teladan tanpa pernah bertuturDimatamu kau hembuskan nafas kasih sayangYang kau tembakkan trilyunan kaliIbukulah bidadari paling sabarDan Nabi Ayyubpun akan mendudukkan kepalanyabuat ibuku.Ibuku bidadari yang paling sabarSemoga selalu sehat dan menemanikuDalam hari yang tak berwarna yang samaKumohon segenggam kesempatan padaNyaMenerobos dibalik celah bilikkuUntuk kupersembahkan kebahagiaanBuat ibuku( Sidoarjo, 21 Mei 2011)


amiiin
BalasHapus