Kau adalah bianglala
Yang datang pada masa lalu Shinta
Selintas menggoda tapi lekas dia tepis dan terbuang
Sebab cerita telah usai
Tinggal perca-perca tak bermakna
Kau adalah kerinduan
Dari jiwa yang rapuh
Tipisnya cendela iman Shinta
Mengaburkan cahaya jiwanya
Seperti Adam yang memakan buah quldi semasa di syurga
Kenikmatan sesaat tapi kutukan selamanya
Terbuang, ternista, ......
Terlempar sampai diri tak berarti
Oh.....Rahwana
"Kau telah membakar Dewi Shinta "!
Dalam kubangan pendosa.....
Martabat dan kehormatan Shinta kau koyak
Sebenarnya atas dasar cinta atau ego priamu saja
Dan Rama
Geliat harga diri lelaki
Mencari jati seorang Satriya
Bukan cinta buat Shinta
Nasib Shinta.......
Bersujud ribuan kali di kaki Rama
Terjun ke api yang dibakar suaminya
Tetap membuat enggan Rama untuk bisa kembali
Pensucian diri Shinta sudah tak berarti!
Prasangka Rama tak bisa hapus dari memorinya
Oh...oh...oh...Shinta
Tunggulah bumi menelanmu saja..................
Sidoarjo 21 Januari 2011 fevi
Yang datang pada masa lalu Shinta
Selintas menggoda tapi lekas dia tepis dan terbuang
Sebab cerita telah usai
Tinggal perca-perca tak bermakna
Kau adalah kerinduan
Dari jiwa yang rapuh
Tipisnya cendela iman Shinta
Mengaburkan cahaya jiwanya
Seperti Adam yang memakan buah quldi semasa di syurga
Kenikmatan sesaat tapi kutukan selamanya
Terbuang, ternista, ......
Terlempar sampai diri tak berarti
Oh.....Rahwana
"Kau telah membakar Dewi Shinta "!
Dalam kubangan pendosa.....
Martabat dan kehormatan Shinta kau koyak
Sebenarnya atas dasar cinta atau ego priamu saja
Dan Rama
Geliat harga diri lelaki
Mencari jati seorang Satriya
Bukan cinta buat Shinta
Nasib Shinta.......
Bersujud ribuan kali di kaki Rama
Terjun ke api yang dibakar suaminya
Tetap membuat enggan Rama untuk bisa kembali
Pensucian diri Shinta sudah tak berarti!
Prasangka Rama tak bisa hapus dari memorinya
Oh...oh...oh...Shinta
Tunggulah bumi menelanmu saja..................
Sidoarjo 21 Januari 2011 fevi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar