Kamis, 26 Mei 2011

Sajak " Balada Nestapa Shinta " ( Puisi )

Kau adalah bianglala

Yang datang pada masa lalu Shinta

Selintas menggoda tapi lekas dia tepis dan terbuang

Sebab cerita telah usai

Tinggal perca-perca tak bermakna



Kau adalah kerinduan

Dari jiwa yang rapuh

Tipisnya cendela iman Shinta

Mengaburkan cahaya jiwanya



Seperti Adam yang memakan buah quldi semasa di syurga

Kenikmatan sesaat tapi kutukan selamanya

Terbuang, ternista, ......

Terlempar sampai diri tak berarti



Oh.....Rahwana

"Kau telah membakar Dewi Shinta "!

Dalam kubangan pendosa.....

Martabat dan kehormatan Shinta kau koyak

Sebenarnya atas dasar cinta atau ego priamu saja



Dan Rama

Geliat harga diri lelaki

Mencari jati seorang Satriya

Bukan cinta  buat Shinta



Nasib Shinta.......

Bersujud ribuan kali di kaki Rama

Terjun ke api yang dibakar suaminya

Tetap membuat enggan Rama untuk bisa kembali

Pensucian diri Shinta sudah tak berarti!

Prasangka Rama tak bisa hapus dari memorinya



Oh...oh...oh...Shinta

Tunggulah bumi menelanmu saja..................

Sidoarjo 21 Januari 2011 fevi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar