mendengarkan batin angin
seruling gelisah
membakar hutan pikiranmu
kutawarkan hijau langit
kau menolak
aku hanya ingin berdamai dengan cuaca
tenang dan tawar seperti deru samudra
tunduk menghitung waktu sabar
bukankah semua gema patuhmu telah kuamini
sampai udara sesak mencekat semua pintu cakrawala
melumut dengan batu di mulutku
suatu ketika dititik paling luka
satu pemberontakan dengan serIbu tahun diam
kau akan mengerti
satu kata kehilangan
Sda Okt 2015
kau menolak
aku hanya ingin berdamai dengan cuaca
tenang dan tawar seperti deru samudra
tunduk menghitung waktu sabar
bukankah semua gema patuhmu telah kuamini
sampai udara sesak mencekat semua pintu cakrawala
melumut dengan batu di mulutku
suatu ketika dititik paling luka
satu pemberontakan dengan serIbu tahun diam
kau akan mengerti
satu kata kehilangan
Sda Okt 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar