Jumat, 11 Maret 2016

kwatrin luka

mungkin kau harus duduk
mendengarkan batin angin
seruling gelisah
membakar hutan pikiranmu

kutawarkan hijau langit
kau menolak
aku hanya ingin berdamai dengan cuaca
tenang dan tawar seperti deru samudra

tunduk menghitung waktu sabar
bukankah semua gema patuhmu telah kuamini
sampai udara sesak mencekat semua pintu cakrawala
melumut dengan batu di mulutku

suatu ketika dititik paling luka
satu pemberontakan dengan serIbu tahun diam
kau akan mengerti
satu kata kehilangan

Sda Okt 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar