Jumat, 11 Maret 2016

badai rindu

kadang cinta bukan musim
untuk bisa dibagi seperti roti
pagi sarapan dengan secangkir kopi harum yang lekat
sore, sepiring senja dan secangkir tehh panjang umur
atau malam dinner bersama segelas susu dan pelukan hangat di ranjang sederhana


ia datang dengan tak terduga
kejutan dari langit
bersama seribu mantera ia tiupkan ke ubunubun
menyihir seluruh percakapan
mengalir menjadi sungai sungai sajak

kadang cinta tak bisa ditahan
gelora rindu adalah pusaran beliung
menghentak sampai ke tulang sumsum
melolosi seluruh energi
tubuh lunglai jiwa tanpa daya
tersapu murung awan

merajuti pertemuan tak selalu mudah
Ia batu berharga yang harus digali
cerita dari seoarang penambang
rela menjual hidupnya
untuk sebuah simbul abadi

kepada rahasia
siapa bisa membendung
kekuatan mahadahsyat
laju badai rindu

Sda,  September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar