Kamis, 10 Mei 2012

Angin

Apa yang kau harap tentang angin
Ia datang melewati lorong hatimu

Kadang hanya singgah sekedar menyapa
Berkabar basi atau sekedar meluangkan percakapan

Kadang bernyanyi serupa orkestra di tanah hatimu
Kesejukan buai syair sampai menghujam ke pusara
Membawamu ke padang musim bunga
Penuh mawar “ si Marwan “

Ah.
Angin kadang bikin ribut
Sekali-kali ia menelikung
Mengipasi api
Menghujami sembilu ke dada

Tapi ia selalu pandai mengunci bibir
Di semua pintu
Hakku ? bukan ?

Angin selalu tak berarah
Datang dan pergi di kefanaan
Tak selalu ramah pada cuaca
Biarkan saja ia menyelasaikan inginnya.


( Sidoarjo 7/5.12 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar