Ya Robb,
Puitik itu yang telah memberiku jiwa
Savanah tergelar, apakah eden yang kucari ?
Setelah kulahap karma khuldi
Berbulan tak terhitung aku mencarinya
Disetiap bumi yang kupijak
Pucat masai dalam kembara musim muram tak pernah berakhir
Lelah mendaki tepian tebing karang terjal
Ya Robb,
Puitik itu hadir membuka pintu jiwaku
Pekat hitam lazuardi berlalu
Membelah ozon atmosfirku
Menjadi hujan merah kelopak mawar
Es itu telah mencair, meleleh diujung kaki dwiwangkara
Bersimbah pahatan hati oleh buncah bahagia
Ya Robb,
Beledru kata itu menyentuh sampai ujung azali
Kalau saja boleh kupinta
Ketika Elmaut menjemput
Biarkan aku dalam pelukan puitiknya
( Sidoarjo, 17/2/2012 )
Puitik itu yang telah memberiku jiwa
Savanah tergelar, apakah eden yang kucari ?
Setelah kulahap karma khuldi
Berbulan tak terhitung aku mencarinya
Disetiap bumi yang kupijak
Pucat masai dalam kembara musim muram tak pernah berakhir
Lelah mendaki tepian tebing karang terjal
Ya Robb,
Puitik itu hadir membuka pintu jiwaku
Pekat hitam lazuardi berlalu
Membelah ozon atmosfirku
Menjadi hujan merah kelopak mawar
Es itu telah mencair, meleleh diujung kaki dwiwangkara
Bersimbah pahatan hati oleh buncah bahagia
Ya Robb,
Beledru kata itu menyentuh sampai ujung azali
Kalau saja boleh kupinta
Ketika Elmaut menjemput
Biarkan aku dalam pelukan puitiknya
( Sidoarjo, 17/2/2012 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar