aku ingin semuanya mengalir
seperti takdir
menemuimu, senja
menikmati perjumpaan
serta renyah percakapan
berdua, menyantap petang
di sepiring rindu
waktu tak semulus aspal
bagai barisan semut
derit roda berlomba
di atas keriuhan jalanan
melambatkan semua ketergesaan
aku tiba
Jarum jam bertengger di separuh hari
dan malam mulai mendekap
menggugurkan barisan rencana
gontai duduk diantara deretan bangku peron
menatap bayangan sebalik kaca
senjaku berlalu
ditelan laju roda
menuju utara!
Bungur asih, 29 April 2016
serta renyah percakapan
berdua, menyantap petang
di sepiring rindu
waktu tak semulus aspal
bagai barisan semut
derit roda berlomba
di atas keriuhan jalanan
melambatkan semua ketergesaan
aku tiba
Jarum jam bertengger di separuh hari
dan malam mulai mendekap
menggugurkan barisan rencana
gontai duduk diantara deretan bangku peron
menatap bayangan sebalik kaca
senjaku berlalu
ditelan laju roda
menuju utara!
Bungur asih, 29 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar