Selasa, 21 Juli 2015

SAKRAMEN TERAKHIR

: perempuanperempuan yang mengalami KDRT

ku semakin yakin melangkah
tanpa bayang bayang ketakutan
dari sekapan teror teror maujud hantu

di setiap pijakan batu batu runcing
menggelinding bola petir
langit kesumba
yang memuncak kebencian

lautan amarah ladang mataharisekepala
tak putus putus meranggasi jiwamu
letih dalam pasungan takdir

gunung api menyala
berton ton muntahan lahar
membakar kesabaran

seribu luka-luka
kau tanam berabad abad lampau
beranak pinak belatung
di atas segumpal daging
menusuki rusukku
hingga pecah

darah mendidih
kutuk kesumat
kutanam dalam dalam sampai ke urat jantungku
di pusat saraf yang paling sakit

kini tak bisa lagi kubendung
desis ular  berlompatan
dari rongga akalmu yang dangkal
wanita, harkat kesetiaan

sementara kau dengan jalang berkeliaran
di taman-taman sedap malam
menuding dari balik bopeng wajah hitam
zakar berlendir

sebuah persembunyian abadi
tabir tabir jahanam palsu
berdiri angkuh di atas ego kelaminmu

aku telah sampai dititik nyali yang tak kau sangka
nyawaku mengapi
dalam kubur air mata
semua mengabu
bersama kematianmu

Ekasda Juli 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar