: perempuanperempuan yang mengalami KDRT
ku semakin yakin melangkah
tanpa bayang bayang ketakutan
dari sekapan teror teror maujud hantu
di setiap pijakan batu batu runcing
menggelinding bola petir
langit kesumba
yang memuncak kebencian
lautan amarah ladang mataharisekepala
tak putus putus meranggasi jiwamu
letih dalam pasungan takdir
gunung api menyala
berton ton muntahan lahar
membakar kesabaran
seribu luka-luka
kau tanam berabad abad lampau
beranak pinak belatung
di atas segumpal daging
menusuki rusukku
hingga pecah
darah mendidih
kutuk kesumat
kutanam dalam dalam sampai ke urat jantungku
di pusat saraf yang paling sakit
kini tak bisa lagi kubendung
desis ular berlompatan
dari rongga akalmu yang dangkal
wanita, harkat kesetiaan
sementara kau dengan jalang berkeliaran
di taman-taman sedap malam
menuding dari balik bopeng wajah hitam
zakar berlendir
sebuah persembunyian abadi
tabir tabir jahanam palsu
berdiri angkuh di atas ego kelaminmu
aku telah sampai dititik nyali yang tak kau sangka
nyawaku mengapi
dalam kubur air mata
semua mengabu
bersama kematianmu
Ekasda Juli 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar