Bulan Biru
KASIDAH HENDRAYANI
Begitu berat aku meninggalkan dirimu
meski sehari. Tidak, bahkan meski
sedetik jauh dari sisimu. Kau tahu, hatiku
sungguh rapuh dijerat nafsu hitam kota besar,
digoda tujuh dara hijau toska.
Sungguh semua itu cintaku adalah wajah maut
yang lain. Dan aku tak ingin mati di atas ranjang
yang itu. Yang menjauhkan ruhku dari cahaya alif,
dari kilau ayat-ayat suciNya yang kau daras
di gelap subuh di sisiku yang fana.
Ketahuilah cintaku aku kendi kosong
dan engkau adalah anggur yang diperas
Yang Maha Kekal untukku. Bila kendiku pecah
oleh sebab kurang ajarku; sungguh celaka aku
terpelanting ke dalam jurang kegelapan.
Cintaku, esok ajalku tiba, tuangkan
bismillah juga kalimah suci ke dalamnya.
Sungguh engkau anggur yang menyegarkan
ingatanku ke arahNya yang bebas
dari kehancuran.
2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar