Rabu, 20 Juni 2012

Rahasia Aorta

Di sebilik aorta jantung ini
Mengalir merah
Sebenar-benar nyata.
Lindap di tiap ketukan kalbu
Suaramu adalah bisik Isa
Tetes awal kehidupan

Kubaca percik cemburu
Perlukah kurajut tali kata teruntuk satu
Aku luluh rebah di selimut wangi kasturi
Taman kekwa, kerahasiaan langit
Bahkan diri seutuh tubuh bintang

Warna putih hitampun sama
Buta mata telah menancap
Khuldi rindu laila menetes madu perjamuan
Perih adalah nikmat keghoiban cinta

Kita hanya pejalan fakir


( Sidorjo,16 Juni  2012 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar