Rabu, 25 Mei 2011

Puisi :Ibuku Bidadari Paling Sabar oleh Fevi Machuriyati pada 20 Mei 2011 jam 23:50


Ibuku Bidadari paling sabar
Lewati pesta yang tak pernah ia kecap
Kala bapaku harus membagi hati
Ibuku tetap menganyam cintanya buat bapakku
Walau rasa madu menjadi pahit
Gula-gula menjadi pahit
Cokllatpun jadi jamu yang tiap kali berasa ditiap tegukannya
Ibuku selalu senyum
Membuat harinya beraltar syurga

Ibuku bidadari yang paling sabar
Tiap rapalan bibirnya adalah doa
Jadilah aku selalu dalam lindungNya
Berkah bahagia untukku dalam setiap langkah
Mantera mujarab bertabur keajaiban
Sesuatu nyata dan tak terbantahkan

Ibuku bidadari yang paling sabar
Selalu membasuh keringat dan air mataku
Sesuatu yang tak pernah aku lakukan padanya
Kaulah laut dari pelangi kesabaran
Cahayamu menyilaukan dunia

Ibuku adalah rahim dari ibunda perkasa
Keagungan jiwanya sanggup memikul penderitaan
tujuh langitpun tak kuasa menatapnya
Matahari yang menyinari seribu abad  musin penghujan
Oase di gurun yang kerontang
Bintang gemerlap dimalam gulita
Kaulah teladan tanpa pernah bertutur
Dimatamu kau hembuskan nafas kasih sayang
Yang kau tembakkan trilyunan kali

Ibukulah bidadari paling sabar
Dan Nabi Ayyubpun akan mendudukkan kepalanya
buat ibuku.

Ibuku bidadari yang paling sabar
Semoga selalu sehat dan menemaniku
Dalam hari yang tak berwarna yang sama
Kumohon segenggam kesempatan padaNya
Menerobos dibalik celah bilikku
Untuk kupersembahkan kebahagiaan
Buat ibuku


( Sidoarjo, 21 Mei 2011)

1 komentar: